Just another WordPress.com weblog

  • rein-only
  • rain-look-the-love-below-

Terbaru

transgenik, dampak, dan cara menyiasatinya

PANGAN TRANSGENIK, DAMPAK, DAN CARA MENYIASATINYA

Ditulis dalam rangka memenuhi Tugas Mata Kuliah Biologi Jurusan Teknik

Manajemen Industri Pertanian 2008

Oleh :

NAMA : Riando Simbolon

NPM : 240110080040

TEKNIK MANAJEMEN INDUSTRI PERTANIAN

FAKULTAS TEKNOLOGI INDUSTRI PERTANIAN

UNIVERSITAS PADJAJARAN

JATINANGOR

2008


BAB I

PENDAHULUAN

KATA PENGANTAR

Puji syukur penulis panjatkan ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa, karena hanya

dengan berkat, rahmat, dan anugerah- Nya penulis dapat menyusun makalah dengan

judul “ Pangan Transgenik, Dampak, dan Cara Menyiasatinya “.

Tidak sedikit kesulitan yang penulis alami dalam proses penyusunan makalah ini.

Namun berkat dorongan dan bantuan dari semua pihak yang terkait, baik secara moril

maupun materiil, akhirnya kesulitan – kesulitan tersebut dapat diatasi. Take lupa pada

kesempatan ini penulis menyampaikan rasa terimakasih kepada :

1. Orang tua, yakni Mama yang memberikan dukungan materiil dan kasih saying

serta semangat dalam kehidupan ku.

2. Ibu Tita Rialita yang memberikan tugas ini, sehingga saya dapat mengerti tentang

tanaman transgenic.

3. Semua pihak yang membantu yang tidak dapat saya sebutkan namanya satu

persatu. Terimakasih banyak.

Penulis menyadari bahwa untuk meningkatkan kualitas karya tulis ini penulis

sangat membutuhkan kritik dan saran demi perbaikan di masa yang akan dating. Akhir

kata, besar harapan saya agar makalah ini bermanfaat bagi kita semua.

Jatinangor, Desember 2008

Penulis

1.1. Latar Belakang

Pernahkah Anda bayangkan bahwa tomat bisa memiliki gen ikan flonder yang

hanya hidup di kutub bumi, sehingga buah tersebut menjadi tahan dingin? Tidakkah juga

sangat aneh bila tanaman kapas gen-nya bisa disusupi pestisida sehingga bisa membunuh

serangga yang memakan daun atau bunganya? Tapi hal itu sudah terjadi kini. Bahkan

sudah banyak produk lain yang direkayasa genetikanya oleh manusia untuk memenuhi

kebutuhannya yang semakin besar.

Karena kebutuhan manusia akan pangan dan berbagai kebutuhan dasar lainnya

semakin meningkat, maka diperkosalah alam untuk berproduksi melebihi kemampuan

alamiahnya. Hal ini yang kemudian mendorong dikembangkannya berbagai teknologi,

termasuk teknologi rekayasa genetika. Dengan rekayasa genetika manusia bisa

menggabungkan sifat sebuah makhluk hidup dengan makhluk hidup lain yang sangat

berbeda spesies, sifat dan tabiat hidupnya.

Karena alam dipaksa untuk berproduksi melebihi kapasitasnya maka terjadilah

ketidakseimbangan dalam diri dan lingkungannya. Mahluk hidup yang telah direkayasa

genetikanya sangat berpotensi merusak mahluk hidup lain yang hidup di sekeliling dan

berinteraksi dengannya. Bahkan karena tabiat dan pola hidup makhluk tersebut telah

diubah maka alam yang menjadi tempat hidupnya juga berpotensi mengalami kerusakan.

Serangkaian kekhawatiran terhadap terjadinya dampak rekayasa genetika

sangatlah beralasan. Meskipun setiap dikeluarkannya produk transgenik sudah dilakukan

serangkaian uji laboratorium, tapi belum sepenuhnya teruji keamanannya di alam. Tidak

ada standar yang baku untuk mengukur seberapa lama produk transgenik bisa dikatakan

aman dan boleh dikonsumsi. Jika produk tersebut merupakan kebutuhan yang dimakan

manusia, maka bisa jadi proses uji dan pengamatan di alamnya harus seumur manusia

yang mengonsumsinya. Sedangkan umur teknologi rekayasa genetika kini belum genap

25 tahun dan selalu muncul berbagai persoalan dan ekses dari produk transgenik tersebut.

Teknologi rekayasa genetika juga akan menyebabkan ketergantungan petani pada

bibit yang disediakan perusahaan. Berbeda dengan pertanian biasa, padi misalnya, buah

padi (gabah) yang dihasilkan akan dapat dipakai sebagai bibit dan kemudian disemai

kembali oleh petani yang akan menghasilkan tanaman baru. Pada tanaman transgenik,

buah yang dihasilkan tidak dapat digunakan sebagai bibit karena telah diganti sifatsifatnya,

termasuk kemampuan reproduksinya.

1.2. Identifikasi Masalah

Dari latar belakang di atas dapat diidentifikasikan masalah sebagai berikut :

1. Sejauh mana potensi tanaman transgenik berpengaruh dalam berbagai kehidupan

masyarakat dunia dan Indonesia?

2. Bagaimana cara mensiati dan menanggulangi dampak dari tanaman transgenik

tersebut?

1.3. Metode Penulisan

Metode yang digunakan dalam penyusunan karya tulis ini adalah telaah pustaka dan

pengumpulan data penunjang dengan langkah – langkah sebagai berikut :

a. Pengumpulan data melaui media internet.

b. Analisis Informasi, yaitu :

1. Klasifikasi data, yaitu pengelompokan data berdasarkan permasalahan yang

dibahas.

2. Klarifikasi data, yaitu membandingkan data yang sama dari sumber yang berbeda

kemudian menentukan data yang dipakai berdasarkan informasi yang akurat.

c. Penulisan makalah dari hasil interpretasi data dari hasil sumber tertulis yang

dirangkai secara sistematis dan logis dalam bentuk makalah.

1.4. Tujuan Penulisan

Maksud dari penulisan makalah ini adalah untuk mengetahui sejauh mana

pengaruh dan potensi tanaman transgenik memengaruhi berbagai bidang kehidupan

masyarakat dunia dan Indonesia khususnya.

Tujuan dari penulisan makalah ini adalah untuk memberikan informasi yang

penting dan menyeluruh tentang tanaman transgenik dan perkembangannya dalam kurun

waktu yang singkat yakni beberapa tahun terakhir serta teknik – teknik terbaru dan cara –

cara mensiati dampak tanaman transgenik dalam berbagai bidang kehidupan.

1.5. Manfaat Penulisan

Dengan penulisan makalah ini diharapkan dapat memberikan informasi kepada

masyarakat mengenai tanaman transgenik dan dampak – dampak serta siasat dan

penanggulangan terbaik untuk penyelesaian masalah yang berhubungan dengan

haltersebut.

BAB II

TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Mengenal Teknologi Rekayasa Genetika

Teknologi rekayasa genetika merupakan transplantasi atau pencangkokan satu

gen ke gen lainnya dimana dapat bersifat antar gen dan dapat pula lintas gen. Rekayasa

genetika juga diartikan sebagai perpindahan gen. Misalnya gen pankreas babi

ditransplantasikan ke bakteri Escheria coli sehingga dapat menghasilkan insulin dalam

jumlah yang besar. Sebaliknya gen bakteri yang menghasilkan toksin pembunuh hama

ditransplantasikan ke tanaman jagung maka akan diperoleh jagung transgenik yang tahan

hama tanaman. Gen dari sel ambing susu domba ditransplantasikan ke sel telurnya sendiri

yang kemudian ditumbuhkembangkan di dalam kandungan induknya sehingga lahirlah

domba Dolly yang merupakan hewan kloning (cangkokan ) pertama di dunia. Demikian

pula gen tomat ditransplantasikan ke ikan transgenik sehingga ikan menjadi tahan lama

dan tidak cepat busuk dalam penyimpanan.

Rekayasa Genetika (RG), merupakan salah satu teknologi baru dalam bidang

biologi. Salah satu produk RG yang dikenal saat ini adalah tanaman transgenik. Tanaman

ini dihasilkan dengan cara mengintroduksi gen tertentu ke dalam tubuh tanaman sehingga

diperoleh sifat yang diinginkan. Jenis-jenis tanaman transgenik yang telah dikenal

diantaranya tanaman tahan hama, toleran herbisida, tahan antibiotik, tanaman dengan

kualitas nutrisi lebih baik, serta tanaman dengan produktivitas lebih tinggi.

Istilah pangan transgenik merujuk pada pangan yang bahan dasarnya

,mengandung organisme yang telah mengalami rekayasa genetika. Dengan teknologi itu,

gen dari berbagai sumber dapat dipindahkan ke tanaman. Gen bisa berasal dari manusia,

binatang, tumbuhan lain, bakteri, virus, bahkan DNA telanjang yang ditemukan di tanah.

Gen adalah kumpulan asam deoksiribo nukleat (DNA) yang mengatur dan

mengendalikan sifat makhluk hidup. Ada gen yang mengatur mengapa buah tomat ketika

masak berwarna merah, kera memiliki ekor, atau manusia Indonesia berambut hitam.

Bahkan, gen dalam batas-batas tertentu mengendalikan mengapa seseorang cenderung

bertindak agresif dan jahat sedangkan lainnya lemah- lembut.

Hingga saat ini sudah ratusan gen dari berbagai sumber yang berhasil dipindahkan

ke tanaman dan memunculkan ratusan jenis varietas tanamana baru, disebut tanaman

transgenik. Perkembangan teknologi tanaman transgenik mengalami peningkatan cukup

pesat. Pada awal tahun 1988, baru ada sekitar 23 jenis tanaman transgenik yang

diproduksi. Namun pada tahun 1989, terjadi peningkatan menjadi 30 tanaman dan tahun

1990 terdapat 40 tanaman. Sebagian besar tanaman transgenik belum dipasarkan. Hingga

tahun 2000, baru 24 jenis varietas tanaman transgenik dikomersialisasikan di Amerika.

Tahun ini diperkirakan lebih dari 30 varietas tanaman transgenik dipasarkan.

Rekayasa genetika dalam bibit pangan nabati telah berkembang dengan luas begitu pula

produk rekayasa genetika pada hewan misalnya produksi hormon untuk peningkatan

kuantitas maupun kualitas dari pangan hewani. Dengan adanya produk-produk rekayasa

genetika tersebut dapat dikatakan bahwa produk rekayasa genetika khususnya bahan

pangan mengintroduksi unsur toksis, bahan-bahan asing dan berbagai sifat yang belum

dapat dipastikan dan berbagai karakteristik lainnya. Oleh karena itu muncullah berbagai

kekhawatiran dalam menggunakan dan mengkonsumsi bahan pangan transgenik.

Kekhawatiran dapat bersifat ilmiah yang dibuktikan dengan berbagai hasil percobaan,

tetapi ada pula kekhawatiran yang disebut kekhawtiran logika (public anxiety). Misalnya

di Indonesia benalu kopi adalah obat untuk kanker sebab tanaman tersebut menjadi

kanker pada tanaman kopi.

2.2 Teknologi Rekayasa Genetika dan Teknologi Konvensional

Teknologi rekayasa genetika, yang juga disebut bioteknologi modern merupakan

suatu jenis teknologi yang baru dan tentu saja sangat berbeda dengan teknologi

bioteknologi konvensional atau breeding tradisional yang diterapkan sebelumnya.

Breeding tradisional hanya mampu melakukan penyilangan antarorganis- me sejenisnya,

yaitu yang memiliki genetic make-up serupa.

Dalam melakukan tugas itu, para breeder tradisional dengan sengaja atau tidak

sengaja sebetulnya telah mentransfer bukan hanya satu atau dua gen tetapi beberapa

puluh ribu gen. Hal itu merupakan perbandingan yang sangat kontras, bila dibanding

dengan teknologi rekayasa genetika atau rDNA yang mampu mentransfer secara lebih

cermat, yaitu hanya dengan beberapa gen terpilih, yang ditransfer antarspesies sama

sampai antarspesies yang sangat berbeda

Hasil organisme yang telah mengalami rekayasa, yang dilakukan melalui

teknologi pemindahan atau transfer sebuah atau lebih gen antara spesies yang sama atau

yang berbeda itu, disebut transgenik. Beberapa puluh pangan transgenik saat ini telah

berada di pasaran, di antaranya adalah jagung, squash, canola, kedelai dan kapas (kapas

sebetulnya bukan pangan, tetapi dari bijinya dapat diekstraksi menjadi minyak makan

nabati yang bermutu tinggi).

Para pakar rDNA mampu memotong atau mencopot suatu gen yang dikehendaki,

praktis dari setiap organisme hidup apa saja, memindahkan dan menyisipkannya ke

dalam setiap organisme lain apa saja. Sebagai contoh, kini dengan cara yang relatif

mudah manusia dapat memindahkan sebuah gen yang terdapat dalam sel seekor tikus ke

dalam DNA dari sel tanaman selada (lettuce), sehingga jenis tanaman itu lebih kaya

vitamin C-nya, atau memindahkan gen dari sebuah sel binatang cecropia dan moth ke

dalam tanaman apel, sehingga menjadi apel yang tahan terhadap penyakit yang disebut

fire blight yang disebabkan sejenis bakteri yang merusak tanaman buah apel serta pir di

seluruh AS.

Sebetulnya tujuan utama dari teknik breeding tradisional maupun bioteknologi

modern sama saja, yaitu bagaimana caranya agar dapat menyisipkan sebuah gen atau

beberapa gen dari sebuah organisme donor yang membawa atau memiliki sifat-sifat baik

yang dikehendaki ke dalam suatu organisme yang tidak memiliki sifat-sifat (trait)

tersebut.

2.3. Genetic Modified Organism ( GMO)

Dalam jumlah sedikit atau banyak rasanya setiap manusia telah pernah

mengkonsumsi pangan transgenik, khususnya dimulai sejak tahun 1990-an. Data berikut

barangkali dapat digunakan sebagai gambaran bahwa lebih dari 60 persen seluruh pangan

terolah yang dipasarkan di supermarket di seluruh Amerika Serikat, baik itu pizza, chips,

cookies, ice cream, salad dressing, corn syrup, baking powder, tofu, semuanya

mengandung ingredients yang termasuk dalam kategori transgenik, GMF atau GMO.

Karena produk-produk tersebut menggunakan bahan mentah GMO dalam bentuk kedelai,

jagung dan canola serta produk transgenik lainnya.

Selama dasawarsa terakhir, tanaman bioteknologi telah melonjak volumenya dari

tanaman di rumah kaca, ladang percobaan, percontohan, menjadi komoditas perkebunan

dengan skala luar biasa luasnya. Lahan pertanian yang digunakan untuk produksi pangan

transgenik meluas meliputi 130 juta acre yang tersebar di 13 negara di antaranya

Argentina, Canada, RRC, Afrika Selatan, Australia, Jerman dan Spanyol hanya dalam

kurun waktu lima tahun.

Lahan pertanian GMO Amerika Serikat sendiri meningkat 25 kali, dari 3,6 juta

acre pada 1996 mencapai 88,2 juta acre pada 2001. Dan kecenderungannya setiap tahun

akan terus meningkat dengan kecepatan tinggi. Sehingga akan semakin sulit dan mahal

untuk mendapatkan bahan mentah produk pangan non-GMO bagi perkembangan industri

pengolahan pangan di mana saja. Lebih dari 50 jenis tanaman pangan GMO telah lolos

dari uji dan review pemerintah federal AS dan sekitar 100 jenis komoditas GMO baru

sedang mengalami uji lapang.

Negara yang secara rutin mengimpor pangan dari negara-negara produsen pangan

GMO baik dalam bentuk bahan mentah maupun bahan olahan (prepackaged foods),

dipastikan telah banyak mengkonsumsi pangan GMO atau transgenik setiap hari.

Indonesia merupakan salah satu negara pengimpor pangan tersebut.

Dalam memperoleh kemajuan besar di bidang pertanian melalui bioteknoligi,

manusia harus bersyukur kepada gen yang dapat dipinjam dari suatu bakteri yang

biasanya terdapat di lahan-lahan pertanian yang dikenal sebagai Bacillus thuringiensis

yang sering disingkat sebagai Bt saja.

Gen Bt mampu mengkode produksi toksin yang dianggap aman bagi manusia,

tetapi sangat efektif mematikan jenis serangga tertentu, termasuk European corn borer,

suatu jenis serangga yang mampu membuat terowongan dengan cara mengebor batang,

tongkol jagung daun, dan bijinya, sehingga mendatangkan banyak kerugian bagi petani

jagung.

Begitu efektifnya Bt tersebut sehingga petani organik menggunakannya sebagai

insektisida alami selama berpuluh-puluh tahun. Bila ulat-ulat dari serangga corn borrer

tersebut menggigit dan makan daun, batang dan biji jagung dari jenis Bt, toksin yang

diproduksinya akan menyerang saluran pencernaan ulat-ulat tersebut dan ulat-ulat itu

akan mati setelah beberapa hari.

Jagung-jagung Bt ternyata juga tahan melawan corn root worm (cacing akar

jagung) sejenis hama jagung yang biasanya mendatangkan kerugian miliaran dolar AS

setiap tahun, dan telah menyedot biaya separo dari seluruh insektisida yang digunakan.

Bila dibanding dengan jagung biasa, jagung Bt memiliki akar yang lebat, sedang yang

biasa akarnya kurus dan jarang.

2.4. Teknik – Teknik dalam Teknologi Transgenik

Teknologi transgenik, sebenarnya sudah diinisiasi sejak tahun 1980 oleh Gordon

bersama peneliti lainnya. Dalam perkembangannya, berkembanglah beberapa teknik

transfer gen yang digunakan; yakni mikroinjeksi, elektroporasi, biolistik dan lipofeksi.

Teknik mikroinjeksi dilakukan dengan cara menyuntikkan konstruksi gen ke

dalam blastodisk telur yang sudah dibuahi dengan bantuan mikromanipulator. Dengan

elektroporasi, telur yang sudah dibuahi direndam dalam jutaan copy DNA dengan dialiri

listrik bervoltase tertentu selama beberapa saat.

Biolistik diterapkan dengan memadukan konsep balistik dan biologi. Dengan

demikian, biolistik melibatkan tembakan partikel mikroskopik yang dilapisi dengan suatu

konstruksi DNA dan diarahkan langsung ke dalam sel. Sedangkan dengan lipofeksi

diterapkan dengan cara mengenkapsulasi konstruksi DNA di dalam fesikel lemak yang

kemudian dibawa ke dalam sel target.

2.5. Jenis – Jenis Tanaman Transgenik

Saat ini ada empat Tanaman Transgenik utama yaitu:1). Kedelai transgenik yang

menguasai 36 persen dari 72 juta hektar (ha) area global tanaman kedelai, 2). Kapas

transgenik yang mencakup 36 persen dari 34 juta hektar, 3). Kanola transgenik , 11

persen dari 25 juta hektar, dan 4). Jagung transgenik, 7 persen dari 140 juta hektar.

Berdasarkan luas area penanaman dan sifat baru yang disisipkan, kedelai transgenik tahan

herbisida menduduki ranking pertama (25,8 juta hektar) diikuti jagung Bt (tahan ulat

pengerek), kanola tahan herbisida, jagung tahan herbisida, kapas tahan herbisida, kapas

Bt dan tahan herbisida, kapas Bt, serta jagung Bt dan tahan herbisida.

2.5.1. Kedelai Transgenik

Tahukah Anda, jika tempe atau tahu bisa membahayakan kesehatan kita? Tempe

dan tahu memang makanan khas Indonesia yang sarat gizi, dan cukup digemari. Namun,

bisa jadi, makanan favorit semua kalangan itu terbuat dari kedelai transgenik. Kedelai

transgenik adalah kedelai yang dikembangkan melalui proses rekayasa genetik. Proses

rekayasa genetik dilakukan dengan menyisipkan sel asing ke dalam tumbuhan tersebut.

Menurut Ketua Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) Huzna Zahir, banyak

produk pertanian impor yang merupakan hasil rekayasa genetik. Produk tersebut antara

lain kedelai, jagung, dan kentang. Menurut YLKI, produk makanan transgenik dapat

mengakibatkan kelambanan pertumbuhan dan kegagalan reproduksi bagi manusia. YLKI

bahkan sudah melakukan pengujian terhadap produk-produk tersebut.

BPOM ( Badan Pengawasan Obat dan Makanan ) tahun 2002 lalu melakukan

pengujian terhadap produk tahu dan tempe. Kemudian (ditemukan) ada beberapa turunan

lain. Itu positif transgenik. Tahun 2005 pengujian di konsentrasikan ke produk kemasan

dan ditemukan ada tiga sampel yang positif mengandung bahan baku dari tanaman

transgenic. Dua di antaranya kentang dan satu turunan jagung pada produk impor jadi.

Ada (merek) Prinsley, Mister Potatoes, dan Honig. Dan itu dapat menyebabkan

pertumbuhan yang lambat sama kegagalan di reproduksi.

Menurut Kepala Badan Pemeriksa Obat dan Makanan, Husnia, semua produk

kedelai impor asal Amerika Serikat merupakan kedelai transgenik. Dengan demikian

semua produk turunan kedelai impor, seperti tahu, tempe, kecap, dan tauco juga

merupakan bahan makanan transgenik yang berbahaya.

2.5.2. Kapas Transgenik

Komoditas hasil rekayasa genetika yang dikatakan anti hama ini telah memicu

kontroversi di berbagai negara, dan ujicobanya di Kabupaten Bulukumba sejak tahun

2001 pun menuai protes dari banyak pihak. Upaya jalur hukum bahkan ditempuh

sejumlah LSM untuk menggugat penyebaran bibit kapas transgenik.

Sejak uji coba kapas transgenik dimulai pada tahun 2001, Pemerintah Kabupaten

Bulukumba menuai protes dari LSM setempat yang tidak menginginkan daerahnya

dijadikan sebagai uji coba penanaman kapas transgenik. Pemerintah daerah bergeming,

dan bahkan terus menambah luas areal untuk penanaman menjadi 3.500 hektar. Karena

uji coba dianggap sukses maka Pemerintah Propinsi Sulawesi Selatan meyiapkan areal

seluas 25.000 hektar untuk 7 kabupaten dari luas 500.000 hektar areal potensial untuk

penanaman kapas di 23 kabupaten.

Kapas transgenik yang dimaksud disebut sebagai Kapas Bt, yang telah

disuntikkan gen toksin insektisida dari Bacillus thuringiensis (Bt), bakteri tanah alami

yang biasa digunakan sebagai pestisida biologi sejak awal 1960, yang dikloning dan

dimasukkan ke dalam tanaman. Tanaman tersebut kemudian memproduksi sendiri toksin,

di beberapa bagian maupun seluruh tanaman.

Dari wawancara dengan sejumlah petani, terungkap bahwa pengetahuan mereka

tentang kapas transgenik Bt sangat kurang. Mereka hanya mengetahui asal dan nama

bibit ini. Umumnya para petani menyebut kapas ini berdasarkan perusahaan yang

menyalurkan bibit ini. Mengenal jenis kapas transgenik Bt dengan beragam nama masih

ada baiknya meskipun informasi itu sangat kurang lengkap. Ketika mereka ditanya apa

itu kapas Beti , mereka menyebutnya kapas Baranita atau kapas asing dari luar negeri.

Tak adapun satu petani bahkan ketua kelompok tani mengetahui persis jenis varietas

kapas ini. Dan, ironisnya ada petani yang hanya tahu menanam varietas kapas ini dan

memberi pupuk serta pestisida tanpa tahu banyak mengenai dampaknya.

Kehadiran kapas transgenik ternyata memicu lahirnya serangga baru yang lebih

kuat. Serangga baru ini bukan lawan bagi tumbuhan asli, hingga kita harus kehilangan

banyak tumbuhan asli negeri ini.

2.5.3. Jagung Transgenik

Teknik budidaya jagung hibrida konvensional juga masih menggunakan

pendekatan lama. Misalnya saja petani harus terus memantau pertumbuhan tanaman

jagung hampir setiap saat kalau tidak ingin produktivitasnya berkurang. Apabila tanaman

jagung terserang hama-penyakit, para petani memberantasnya dengan menyemprotkan

insektisida. Waktu penyemprotan yang tepat adalah 24 jam sebelum hujan tiba.

Di sisi yang lain terbentang tanaman jagung varietas hibrida-transgenik atau hasil

rekayasa genetika (genetic modified organism/GMO. Benih jagung transgenik (Bacillus

thuringiensis/Bt Corn) yang ditanam itu sudah dimasukkan gen yang tahan terhadap

serangan serangga penggerek batang dan tongkol, juga tahan terhadap insektisida

pembasmi rumput.

Meski usia tanam di antara keduanya sama, tanaman jagung transgenik daunnya

tampak lebih hijau dan segar meskipun bulir jagung mulai berisi penuh dan tinggal satudua

minggu menunggu jagung kering panen. Di antara tanaman jagung hibrida transgenik

juga tidak banyak ditumbuhi gulma alias rumput liar. Lahan jagung terlihat bersih

sehingga pertumbuhan tanaman jagung lebih optimal karena tidak harus berebut nutrisi

dengan rumput liar.

Kondisi sebaliknya terdapat pada tanaman jagung hibrida konvensional. Selain

banyak rumput, warna daun lebih kuning, batang dan tongkol jagung juga banyak

diserang ulat penggerak batang dan tongkol. Berat jenis bulir jagung berkurang dan

akibatnya produktivitas turun.

BAB III

PEMBAHASAN

3.1. Masuknya Produk Pangan Transgenik ke Indonesia

Bahan pangan dari tanaman transgenik sudah barang tentu masuk pula ke

Indonesia, terutama kedelai dan jagung transgenik. Hingga saat ini Pemerintah belum

melakukan kajian untuk menetapkan jenis kedelai, jagung, dan bahan pangan transgenik

apa yang boleh masuk di Indonesia. Indonesia mengimpor produk transgenik seperti

kedelai, jagung, dan kentang dari Amerika Serikat, Kanada, Argentina, dan Australia.

Produk itu melenggang masuk ke Indonesia secara bebas, tanpa proses penelitian dan uji

keamanan, sebagaimana impor beras dan gula.

Menurut Thamrin Latuconsina, Kepala Divisi Barang Modal Direktorat Impor

Departemen Perdagangan, impor kedelai, jagung, ataupun kentang hanya dikenai bea

masuk dan beberapa pajak.

Selama ini, beras dan gula itu biasanya dilakukan verifikasi di negara muat barang

oleh surveyor yang ditunjuk oleh Menperindag. Kepada perusahaan yang bersangkutan,

sebelum melakukan impor, harus barangnya diperiksa oleh surveyor. Dan surveyor

menerbitkan laporan atas kebenaran barang tersebut baik jumlah, kualitas, atau aspekspek

lain di dalamnya. Kalau terhadap kedelai, kentang, itu impornya kita tidak atur. Itu

impornya bebas. Mekanismenya bebas.

Ketidakmampuan menetapkan jenis bahan pangan transgenik yang boleh masuk

berisiko bagi pengusaha makanan yang berorientasi ekspor. Karena, bila bahan

transgenik itu dilarang di negara tujuan ekspor, maka produknya akan ditolak.

Kemampuan Pemerintah melacak dan mengendalikan distribusi bahan pangan

transgenik juga berperan penting. Hingga saat ini kita tidak tahu kemana bahan tersebut

beredar serta digunakan untuk apa. Boleh jadi bahan tersebut yang seharusnya untuk

pakan, karena ketidaktahuan masyarakat atau petani kemudian ditanam. Melalui

penyerbukan silang (sifat ini sangat dominan pada jagung transgenik), jagung lain yang

non transgenik segera berubah menjadi transgenik.

Negara-negara lain seperti Jepang, Uni Eropa, Korea, Taiwan, Australia,

Singapura, beberapa negara Timur Tengah, serta Erropa Timur, menetapkan standar dan

melakukan sendiri analisis keamanan pangan terhadap produk-produk transgenik impor.

Penolakan masyarakat Eropa, Jepang, dan Amerika menyebabkan pangsa pasar produk

pertanian bukan transgenik (non-GMO) meningkat pesat. Hal ini sebenarnya menjadi

kesempatan emas petani-petani Indonesia dengan dukungan Pemerintah.

3.2. Kontroversi Pangan Transgenik di Dunia

Seberapa jauh sebetulnya pangan hasil bioteknologi modern benar-benar

membantu mencukupi kebutuhan pangan dunia? Masalah yang dihadapi dunia saat ini

adalah besarnya jumlah penduduk yang kurang gizi atau malnutrisi (Prakash, 2002).

Menurut Prakash teknologi rDNA atau rekayasa genetika dapat membantu menangani

masalah dunia yang mendesak yaitu kekurangan pangan dan kelaparan.

Teknologi tersebut mampu meningkatkan produktivitas tanaman, menawarkan

varitas tanaman baru yang tahan terhadap hama dan penyakit, serta membantu

melapangkan jalan, bagaimana caranya menumbuhkan tanaman pangan pada lahan-lahan

kritis yang bila dibiarkan begitu saja tak akan dapat mendukung pertanian. Pada lahan

kritis yang kering dan yang kurus haranya atau lahan yang kondisinya kekurangan

aluminium dan besi, teknologi baru itu ternyata menjanjikan dalam menjawab tantangan

tersebut.

Meskipun demikian beberapa tokoh masyarakat dan para pakar masih

mempertanyakan kemampuan tersebut dan berargumentasi, bahwa pemecahan masalah

kelaparan dan malnutrisi sebetulnya terletak pada masalah distribusi yang cepat dari

persediaan pangan yang telah tersedia dan tertimbun serta menumpuk di gudang-gudang

penyimpanan dan bukan pada kurangnya cadangan pangan. Mereka juga berpendapat

para konglomerat yang menguasai industri bioteknologi berusaha membuat petani kecil

pangan tak berdaya dalam memanfaatkan cara tradisional mereka dengan baik.

Di samping suara-suara optimistik seperti disebut di atas, masih banyak yang

prihatin terhadap ketidakpastian tentang akibat jangka panjang serta tingkat bahayanya

terhadap mereka yang mengkonsumsinya. Mereka menuduh para produsen pangan GMO

terlalu tergesa-gesa memasarkan produk tersebut sebelum diketahui secara utuh efek

samping bagi konsumen. Hal itu kadang-kadang ditangkap oleh para anggota partai

politik sebagai bahan debat yang menarik perhatian dan barangkali menguntungkan untuk

menuju jenjang kekuasaan yang mereka idamkan.

3.2.1. Sikap Masyarakat Luar Negeri

Masyarakat Uni Eropa jauh-jauh hari mengharuskan produk transgenik

berlabel. Bukan rahasia lagi, produk transgenik tidak populer di Eropa. Bahkan terhadap

produk GM (genetically modified), sejumlah negara Eropa khawatir, bahkan melarang

(membatasi) penanaman dan mengimpor makanan “terkontaminasi” tanaman GM

(dijuluki “frankenfood”). Mereka juga secara keras memberi nama Montaso, produsen

utama GMO dengan nama Monsatan. Sikap skeptis Eropa didasari oleh tiga hal, yakni

manipulasi gen bertentangan dengan kodrat alami dan tidak etis, hasilnya berbahaya bagi

manusia, dan berdampak buruk bagi lingkungan. Begitu pula di Jepang. Pemerintah

Jepang mewajibkan pelabelan pada 28 produk yang mengandung makanan rekayasa

genetika.

Kekhawatiran terhadap produk GM memunculkan “Surat Terbuka Ilmuwan

Dunia kepada Seluruh Pemerintah Dunia”. Surat tertanggal 21 Oktober 1999 itu

ditandatangani 136 ilmuwan dari 27 negara. Isinya, antara lain meminta penghentian

segera seluruh pelepasan tanaman rekayasa genetika (Genetically Modified Crops) dan

juga produk rekayasa gen (Genetically Modified Products). Alasannya, tanaman GM

tidak memberikan keuntungan. Hasil panennya secara signifikan rendah dan butuh lebih

banyak herbisida. Makin memperkuat monopoli perusahan atas bahan pangan dan

memiskinkan petani kecil. Mencegah perubahan mendasar pada upaya pertanian

berkelanjutan yang dapat menjamin keamanan pangan dan kesehatan dunia.

Sebenarnya sudah ada perjanjian internasional mengenai perdagangan produk

pertanian transgenik, yang tertuang dalam Convention of Bio Diversity atau Konvensi

mengenai Keragaman Hayati. Namun, karena Amerika Serikat tidak mau

menandatangani konvensi tersebut, negara itu tidak bisa diikat dengan konvensi ini.

3.2.2. Reaksi Pemerintah dan Masyarakat Indonesia

Di Indonesia sendiri dalam rangka pengaturan keamanan hayati dan keamanan

pangan suatu produk pertanian hasil rekayasa genetik sperti tanaman transgenik telah

dikeluarkan Keputusan bersama Menteeri Pertanian, Menteri Kehutanan dan Perkebunan,

Menteri Kesehatandan Menteri Negara Pangan dan Hortikultura tentang Keamanan

Hayati dan Keamanan Pangan Produk Pertanian Hasil Rekayasa Genetika

Tanaman.No.998.I/Kpts/OT.210/9/99;790.a/Kptrs-IX/1999; 1145A/MENKES/SKB/IX/

199 ; 015A/Nmeneg PHOR/09/1999. Kepusan ini dimaksudkan untuk mengatur dan

mengawasi keamanan hayati dan keamanan pangan pemanfaatan produk pertanian hasil

rekayasa genetika agar tidak merugikan, mengganggu dan membahayakan kesehatan

manusia, keaneka-ragtaman hayati dan lingkungan. Tanggapan masyarakat dalam

menyikapi produk bioteknologi beraneka ragam sesuai dengan informasi yang

didapatnya. Umumnya mengambil sikap anti dan tidak menerima tapi sebaliknya ada

yang menerima dan ada juga yang menerima tapi dengan kehati-hatian.

Dalam UU Nomor 7 Tahun 1996 tentang Pangan Pasal 13 Ayat (1) menyebutkan

bahwa pangan rekayasa genetika wajib diperiksa keamanannya sebelum diedarkan. Ini

diikuti dengan Peraturan Pemerintah Nomor 69 Tahun 1999 tentang Label dan Iklan

Pangan. Pasal 35 Ayat (1) PP tersebut mewajibkan pencantuman keterangan “pangan

rekayasa genetika” untuk pangan transgenik.

Pemerintah Indonesia juga sebenarnya sudah menandatangi Protokol Cartanegra

mengenai keamanan hayati. Indonesia juga telah mengeluarkan Peraturan Pemerintah

Nomor 21 Tahun 2005 tentang Keamanan Hayati Produk Rekayasa Genetik. Peraturan

ini mengamanatkan berdirinya komite keamanan pangan transgenik yang hingga hari ini

belum berdiri. Menurut peraturan pemerintah tersebut, ketua komite itu dijabat oleh

Menteri Lingkungan Hidup. Namun, ketika ditanya mengapa komite tersebut belum

dibentuk, Menteri Lingkungan Hidup Rachmat Witoelar mengatakan hal ini terhambat

masalah teknis.

Menurut Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen,

konsumen berhak atas keamanan, mendapatkan informasi, memilih, dan mendapatkan

ganti rugi, namun hal itu belum sepenuhnya dilakukan oleh Pemerintah. Pelabelan

produk makanan transgenik juga tidak diwajibkan terhadap produsen. Menurut Ketua

Badapan Pengawasan Obat dan Makanan, Husnia, pelabelan produk makanan transgenik

dilakukan oleh komite keamanan pangan transgenik yang belum juga terbentuk.

Sangatlah sulit membedakan antara produk makanan transgenik dan makanan

biasa. Apalagi bagi masyarakat awam. Perbedaan itu hanya dapat dilihat melalui uji

laboratorium. Tanpa pelabelan, para konsumen tidak bisa membedakan. Tiadanya

pelabelan ini membuat masayarakat selalu waswas dalam membeli makanan

Kekawatiran masyarakat seperti yang diungkapkan hanya bisa terjawab dengan

adanya pelabelan semua produk makanan yang dibuat dari bahan pertanian transgenik

dan pembentukan Komite Keselamatan Pangan Transgenik. Semakin lama Pemerintah

menundanya, semakin banyak warga yang akan menjadi korban.

3.3. Produsen Utama Bibit Tanaman Transgenik

Monsanto merupakan perusahaan penguasa teknologi tanaman transgenik terbesar

di dunia. Dalam statementnya, mereka merupakan penyedia utama produk-produk

pertanian dan pemberi solusi. Perusahaan yang berkantor pusat di Missouri, AS ini

menggunakan inovasi yang tak tertandingi dalam bioteknologi, rekayasa genetika dan

pemeliharaan tanaman untuk meningkatkan produktivitas dan mengurangi biaya dalam

pertanian. Mereka memproduksi benih yang unggul, termasuk yang diberi merek

DEJALB dan Asgrow. Cita-citanya adalah dapat membangun sifat bioteknologi yang

terintegrasi yang dapat mengontrol serangga dan mengontrol gulma dalam diri benih

tesebut. Mereka juga memakai Roundup, herbisida terlaris di dunia, dan herbisida lainnya

yang dapat dikombinasikan dengan benih-benih yang mereka produksi.

Mereka mengelola bisnis dalam dua segmen: Benih dan Rekayasa Genetika (Seed

and Genomics), dan Produktivitas Pertanian (Agricultural Productivity). Segmen Seeds

and Genomics bergerak pada bisnis global benih dan yang terkait dengan pemeliharaan,

bioteknologi, dan rancang bangun teknologi yang berbasis pada rekayasa genetika

tanaman, serta ilmu pengetahuan yang mempelajari dan menggunakan gen-gen dalam

kehidupan tumbuhan. Sedangkan Segmen Agricultural Productivity melingkupi produksi

Roundup dan herbisida lainnya untuk halaman rumput dan taman, dan bisnis ternak.1

Produk Monsanto mencakup 91% dari seluruh wilayah yang ditanami tanaman

organik di seluruh dunia pada tahun 2001. Dua perusahaan besar lainnya adalah Syngenta

dan Aventis CropScience. Ada juga perusahaan yang bermain di benih transgenik seperti

DuPont dan pemilik hak paten untuk teknologi transgenik lain seperti Dow dan Grupo

Pulsar. Monsanto termasuk pemegang hak paten bioteknologi terbesar dengan menguasai

287 hak paten, disusul DuPont: 279, Syngenta: 173, Dow: 157, Aventis: 77, dan Grupo

Pulsar: 382

Berbekal pengalaman melakukan ekspansi penanaman tanaman transgenik di

seantero dunia dan modal yang sangat besar Monsanto mulai masuk ke Indonesia. Kapas

sebagai komoditi non pangan dipilih sebagai jalan masuk ke Indonesia, karena resikonya

lebih rendah. Diduga jika proyek kapas transgenik ini berhasil, akan dilanjutkan dengan

penanaman varietas berikutnya. Hal ini pernah diungkapkan oleh Gubernur Palaguna

pada bulan April 2002, bahwa dirinya minta agar tanaman jagung transgenik yang

ditawarkan PT Monsanto diujicoba di Sulsel selama tiga bulan.3

Monsanto melalui berbagai jalan terjal untuk masuk ke Indonesia. Pendekatan

pertama kali dilakukan melalui pemerintah pusat pada saat Rizal Ramli menjadi Menteri

Koordinator Perekonomian. Pada waktu itu Monsanto dan Pemerintah sudah merancang

sebuah kerjasama untuk membuka lahan penanaman kapas transgenik seluas 10.000 ha.

Untuk menghindari pelimpahan kesalahan pada dirinya maka Rizal berkoordinasi dengan

Menteri Lingkungan Hidup, Sony Keraf dan dia menolaknya. “Sony Keraf telepon ke

saya, waktu itu hubungan kita baik dan concern-nya sama. Kemudian Pak Sony dan

kawan-kawan minta dukungan dari civil society” ujar Tejo. Tejo Wahyu Jatmiko adalah

Direktur Konphalindo, LSM yang menjadi motor penolakan tanaman transgenik di

Indonesia.Dengan adanya kasus ini Konphalindo bersama beberapa LSM di Jakarta

melakukan konsolidasi untuk melakukan penolakan terhadap segala upaya penanaman

tanaman transgenik di Indonesia. Dengan berbagai upayanya, akhirnya terkumpul sekitar

72 lembaga yang menjadi pihak yang menjadi garda depan gerakan anti biota transgenik.

Bisa dikatakan bahwa kelompok inilah yang menjadi batu ganjalan besar bagi Monsanto

untuk menancapkan bisnisnya di Indonesia.

Upaya pertama Monsanto pun gagal total setelah Sony Keraf didukung oleh

pernyataan dari sekitar 72 lembaga dan jaringan NGO menyatakan menolak proyek

tersebut. Akan tetapi bukan Monsanto namanya jika menyerah begitu saja dengan

kekalahan pertama. Dia kemudian melakukan pendekatan kepada pemerintah daerah.

Mereka paham benar bahwa dengan adanya euforia otonomi daerah, pemda biasanya

tidak segan melakukan upaya-upaya untuk kepentingan daerah meskipun tidak sejalan

dengan kebijakan pemerintah pusat.

3.4. Transgenik bagi Kesehatan

3.4.1.Kekhawatiran terhadap tanaman transgenik.

Adanya reaksi alergis pada manusia satu-satunya dampak negatif gangguan

kesehatan yang disebabkan mengkonsumsi bahan pangan transgenik yang sudah dapat

dibuktikan melalui percobaan skinprick testing. Hal ini dibuktikan oleh Nordlee dan

kawan-kawan pada tahun 1996. Oleh karena itu seluruh gen yang dipergunakan

maupun produk yang telah dihasilkan ditarik dari peredaran, sehingga dapat dikatakan

bahwa sampai saat ini belum ada lagi dijumpai keberadaan dampak negatif

mengkonsumsi pangan transgenik terhadap gangguan kesehatan pada manusia.

Disamping hal positif terdapat kekhawatiran dari sebagian masyarakat bahwa tanaman

transgenik akan mengganggu, merugikan dan membahayakan bagi kesehatan manusia.

Berikut akan diuraikan mengenai kekhawatiran dan fakta yang mendukung bahwa

tanaman transgenik merupakan produk yang aman.

1. Kemungkinan menimbulkan keracunan.

Ada kekhawatiran apabila manusia memakan organisme khususnya tanaman

transgenik yang mengandung gen Bt-endotoxin akan mati karena keracunan.

Kekhawatiran tersebut didasari oleh sifat beracun dari gen Bt terhadap serangga, karena

serangga yang memakan tanaman transgeniktersebut akan mati akibat racun gen Bt.

Pendapat ini tidak benar karena gen Bt hanya akan bekerja secara aktif dan bersifat

racun apabila bertemu sinyal penerima (receptor) di dalam usus serangga dari golongan

yang sesuai dengan dengan virulensinya. Gen Cry I hanya manjur untuk serangga

golongan Lepidoptera sedangkan gen Cry III hanya untuk Coleoptera. Usus serangga

mempunyai pH basa sedangkan usus manusia mempunyai pH asam dan tidak memiliki

sinyal penerima Bt. Menurut hasil penelitian gen Bt tidak stabil dan aktif pada pH lebih

kecil dari lima. Selain itu sejak puluhan tahun yang lalu Bt-toxin telah digunakan oleh

petani di negara maju sebagai pestisida hayati yang aman baik terhadap hewan,

serangga berguna maupun manusia. Oleh karena itu secara ilmiah tanaman transgenik

yang mengandung gen Cry tidak akan beracun terhadap manusia.

2. Kemungkinan menimbulkan alergi

Kekhawatiran lain dari tanaman hasil rekayasa genetik adalah sebagai penyebab

alergi. Satu sampai dua persen orang dewasa dan 4-6% anak-anak menderita alergi

akibat makanan. Beberapa komoditas yang digunakan sebagai bahan makanan diketahui

dan dikenal sebagai sumber bahan penyebab alergi (allergen) seperti brazil nut,

crustacean, gandum, ikan, kacang tanah, kedelai dan padi. Sebagai peneliti sebelum

mengisolasi gen interes dari suatu komoditas untuk digunakan dalam perakitan tanaman

transgenik kita harus mengetahui terlebih dahulu sumber-sumber allergen. Penggunaan

gen yang berasal dari sumber allergen harus benar-benar dihindari.

Suatu studi kasus yang relevan yang telah dilakukan adalah perakitan tanaman

transgenik untuk memperoleh kedelai dengan kandungan metionin tinggi, karena

diketahui tanaman kedelai mempunyai kandungan metionin rendah. Oleh karena itu

dilakukan isolasi gen metionin dari tanaman brazil nut yang mengandung metionin

tinggi dan ditransfer ke tanaman kedelai. Perakitan tersebut berjalan dengan sukses dan

diperoleh tanaman kedelai yang mengandung gen metionin. Tetapi setelah dilakukan

pengujian sifat alergi terhadap manusia melalui uji skin prick ternyata hasilnya positif

menyebabkan alergi. Sebagai akibat dari hasil pengujian tersebut maka pengembangan

proyek kedelai transgenik dengan kandungan metionin tinggi dihentikan dan produk

tersebut tidak dapat dikomersialkan.

Semua allergen adalah protein tetapi tidak semua protein adalah allergen.

Makanan atau bahan pangan mengandung puluhan ribu protein, tetapi sedikit sekali

yang bersifat allergen. Allergen dijumpai dalam jumlah yang tinggi di dalam makanan

atau bahan pangan, sebaliknya kandungan protein dari gen interes berjumlah sangat

sedikit. Semua protein allergen bersifat stabil dan memerlukan waktu yang lama untuk

dicerna di dalam sistim pencernaan. Sifat tersebut sangat berbeda dengan protein

tanaman dimana gen donor hanya dalam waktu beberapa detik sudah dapat dicerna.

Selain itu diketahui pula bahwa semua allergen terdapat dalam konsentrasi tinggi dalam

makanan serta stabil dan aktif pada suhu lebih besar 65oC dan pH 5. Hasil penelitian

menunjukkan bahwa gen donor sebagai bahan gen transgenik tidak stabil dan aktif pada

suhu lebih besar dari 65oC dan pH 5, sehingga apabila dilakukan pemanasan dalam

proses memasak makanan tidak berfungsi lagi.

3. Kemungkinan menyebabkan bakteri dalam tubuh manusia dan tahan antibiotik.

Ada kekhawatiran lain bahwa penggunaan marka tahan antibiotik seperti

kanamycin resistant (Kan-R) dalam tanaman transgenik menyebabkan bakteri di dalam

tubuh menjadi resisten terhadap antibiotik. Kemungkinan bakteri di dalam tubuh

menjadi resisten karena transfer horizontal gen Kan-R dari tanaman transgenik yang

dikonsumsi ke bakteri di dalam usus adalah sangat kecil. Gen Kan-R yang ditransfer ke

tanaman melalui rekayasa genetika akan terinkorporasi ke dalam genom tanaman.

Sedangkan tanaman tidak mempunyai suatu mekanisme untuk mentransfer gen yang

sudah terinkorporasi tersebut ke bakteri. Terjadinya transformasi pada bakteri

memerlukan suatu kesamaan homologi yang tinggi antara utas DNA donor dan DNA

penerima. Selain itu gen yang ada pada tanaman berada di bawah komando promotor

tanaman yang tidak akan bekerja pada bakteri. Cara yang lebih cepat untuk menjadikan

bakteri dalam tubuh menjadi resisten terhadap antibiotik adalah dengan mengkonsumsi

antibiotik yang berlebihan sewaktu orang sedang sakit. Menurut penelitian, manusia

diestimasi telah mengkonsumsi 1 juta jasad renik tahan kanamicin melalui bahan

pangan seperti sayur-sayuran mentah. Disamping itu secara alami 4 triliun bakteri tahan

kanamicin sudah ada dan menghuni usus manusia. Pernah juga dikatakan adanya

resistensi terhadap beberapa jenis antibiotika apabila mengkonsumsi pangan transgenik,

tetapi setelah diteliti penyebabnya bukan disebabkan karena penggunaan bahan pangan

transgenik tetapi adanya residu antibiotita yang berlebihan pada air susu yang

diproduksi dengan menggunakan bahan transgenik. Setelah ditelusuri ternyata sapisapi

yang disuntik hormon bovinesomatothropine (rBST) menghasilkan produksi susu

yang meningkat.

3.4.2. Berbahayakah Tanaman Transgenik?

Selama produk rekayasa tanaman transgenik dilakukan dengan memasukkan

prinsip-prinsip etika moral maka tanaman transgenik tersebut tidak berbahaya bagi

konsumen. Sebagai contoh, di Indonesia pada awal tahun 2001 dihebohkan dengan kasus

penyedap rasa (monosodium glutamat) yang diproduksi dengan menggunakan enzim

yang diisolasi dari gen babi yang haram hukumnya bagi mereka yang menganut agama

Islam. Hal ini dapat dikategorikan sebagai kekhawatiran yang berdampak negatif

mengkonsumsi bahan transgenik terhadap gangguan etis dan agama.

Di Indonesia sampai saat ini belum ada lagi laporan ilmiah yang telah dibuktikan

menyatakan bahwa mengkonsumsi pangan transgenik menyebabkan gangguan kesehatan

selain reaksi alergis (hal inipun gen dan produknya telah ditarik dari persedaran) maka

dapat dikatakan pada saat ini pangan transgenik belum berbahaya bagi kesehatan.

Di luar negeri telah dikeluarkan petunjuk dan rekomendasi mengenai

bioteknologi dan keamanan pangan. Misalnya di Amerika Serikat keamanan pangan

termasuk produk rekayasa genetika ditangani oleh suatu badan yaitu Food and Drug

Administration (FDA) . Badan ini membuat pedoman keamanan pangan yang bertujuan

untuk memberikan kepastian bahwa produk baru (termasuk yang berasal dari hasil

rekayasa genetika) sebelum dikomersialkan produk tersebut harus aman untuk

dikonsumsi dan masalah keamanan pangan harus dukendalikan dengan baik. FDA akan

melakukan telaah ulang terhadap produk asal tanaman transgenik apabila terdapat

pengeluhan atau pengaduan dari publik yang disertai dengan data yang bersifat ilmiah.

Gen yang ditransfer pada tanaman menghasilkan tanaman transgenik oleh FDA

disepadankan dengan food additive yang dievaluasi secara substansi sepadan. Apabila

bahan pangan baru diketahui secara substansial sepadan dengan bahan pangan yang

telah ada, maka ketentuan keamanan bahan pangan tersebut sama dengan ketentuan

bahan pangan aslinya. Kesepadanan substansial ditentukan berdasarkan : sifat fenotipik,

Karekteristik molekuler, analisis kandungan nutrisi, sifat potensial toksisitas dan nontoksisitas,

sifat alergen dan non-alergen, penggunaan kategori generaly regarded as

save (GRAS) dan tidak melakukan pelabelan bahan pangan yang berasal dari tanaman

transgenik.

Kelompok konsidarasi dari badan international dunia Food and Agriculture

Organization (FAO) memberikan beberapa petunjuk dan rekomendasi mengenai

bioteknologi dan keamanan pangan, yaitu :

1. Peraturan mengenai keamanan pangan yang komprehensif dan diterapkan dengan

baik merupakan hal yang penting untuk melindungi kesehatan konsumen dimana

semua negara harus dapat menempatkan peraturan tersebut seimbang dengan

perkembangan teknologi.

2. Penilaian kesamaan untuk produk rekayasa genetika hendaknya berdasarkan konsep

substansial equivalen.

3. Pemindahan gen dari pangan yang menyebabkan alergi hendaknya dihindari kecuali

telah terbukti bahwa gen yang dipindahkan tidak menunjukkan alergi.

4. Pemindahan gen dari bahan pangan yang mengandung alergen ke organisme lain

tidak boleh dikomersialkan.

5. Senyawa alergen pangan dan sifat dari alergen yang menetapkan immuno genicity

dianjurkan untuk diidentifikasi.

6. FAO akan mengadakan lokakarya untuk membahas dan memutuskan bilamana ada

beberapa gen marka ketahanan antibiotik yang harus dihindarkan dari tanaman

pangan komersial.

7. Perlu ada pangkalan data (data base) tentang pangan dari tanaman, mikroorganisme

pangan, dan pakan.

8 . Validasi metoda sangat diperlukan

9. Negara berkembang harus dibantu dalam pendidikan dan pelatihan tentang keamanan

pangan dan komponen pangan yang ditimbulkan oleh modifikasi genetik

10.Perlu ditingkatkan riset untuk pengembangan metode untuk meningkatkan

kemampuan dalam melakukan penilaian keamanan pangan untuk produk rekayasa

genetik..

3.5. Penerapan Teknologi Rekayasa Genetika dalam Bidang Lain

3.5.1. Pangan Hewani ( Ikan )

Selama ribuan tahun, manusia telah mencoba untuk meningkatkan kualitas

piaraannya melalui seleksi. Dalam abad sebelumnya, dengan meningkatnya pengetahuan

tentang genetic, gene dan genome; ide baru telah terbenak dalam pikiran para breeder:

mungkinkah untuk memodifikasi dan meningkatkan kualitas gene yang ada pada suatu

saat? Hal ini dapat membantu mengurangi dampak genetic negative dari selective

breeding dan perolehan parameter phenotype, yang sangat penting di sector pertanian

atau perikanan. Sungguh saat ini, adalah mungkin untuk memproduksi galur baru dari

hewan yang dimodifikasi secara genetic atau transgenic dengan kekhasan genotype dan

penotipenya.

Teknologi hewan transgenik sendiri, telah dimulai tahun 1980 (Gordon, dkk) yang

ditansformasi dari embrio tikus dengan teknik mikroinjeksi –menggunakan DNA yang

dimurnikan– ke dalam inti telur yang sudah dibuahi. Tahun 1982, Palmiter dkk telah

menunjukkan teknik ini dengan memperkenalkan konstruksi DNA; menggunakan

promoter berupa sekuen metallothionein tikus yang disambungkan dengan sekuen

pengkode growth hormone (GH) tikus, dan kemudian mentransfernya ke dalam inti telurtelur

tikus yang baru dibuahi. Hasilnya adalah peningkatan pertumbuhan tikus mengalami

peningkatan secara dramatis, jika dibandingkan dengan tikus non transgenik. Hal ini

tentu saja karena di dalam genome DNA tikus transgenik telah terintegrasi konstruksi

GH.

Kepeloporan kerja pada tikus-tikus transgenik ini, telah pula sukses dalam

transformasi genetik pada beberapa hewan lain, termasuk pada ikan. Awal kesuksesan

dalam mikroinjeksi sekuen gen klon ke dalam telur ikan telah dicapai oleh Maclean dan

Talwar (1984) dengan menggunakan telur-telur rainbow trout (Onchorynchus myskiss)

dan Zhu, dkk. (1985) pada telur-telur mas koki (Carassius auratus). Peneliti-peneliti ini

melaporkan kesuksesannya dalam integrasi transgene, ekspresi dan transmisinya pada

rainbow trout dan common carp (Cyprinus carpio); dilaporkan dalam sebuah kerja sama

publikasi tahun 1987 (Maclean et al., 1987). Sejak saat itulah, maka penelitian pada

spesies lain dikembangkan dan diperluas cakupannya (peningkatan pertumbuhan,

ketahanan terhadap penyakit dan toleransi terhadap suhu dingin). Umumnya peneliti

transgenik menggunakan spesies ikan yang bernilai ekonomis penting, dengan fokus pada

peningkatan pertumbuhan.

Pada awalnya, peneliti ikan transgenik hanya menggunakan sekuens dari

mammalia atau virus; karena fungsi material genetik dari ikan masih sangat sedikit

diketahui, dan masih sedikit gene-gene ikan klon yang tersedia. Baru pada pertengahan

tahun 1990-an, informasi tentang sekuens gen ikan secara cepat berkembang. Dan

sekarang, sangatlah mungkin untuk mengisolasi dan menggunakan elemen-elemen

genetik ikan yang keduanya homolog dan menggunakannya sebagai promoter.

Beberapa teknik yang umum digunakan untuk memproduksi ikan transgenik,

antara lain microinjeksi, elektroporasi, biolistik dan lipofeksi. Dengan teknik

mikroinjeksi, jutaan copy konstruksi DNA dimasukkan ke dalam jarum kaca yang

ujungnya berukuran mikro. Dan dengan bantuan mikromanipulator, copy DNA tersebut

dimasukkan ke dalam telur yang sudah dibuahi. Idealnya memang, copy DNA tersebut

nantinya akan menyatu dengan genome inang (telur) dan pelaksanaannya dilakukan

sebelum pembelahan sel pertama (mitosis I). Pembahasan tentang pembelahan sel ini,

telah saya kupas di dalam tulisan tentang poliploidisasi. Menyatunya DNA yang

disuntikkan dengan genome inang, dikenal dengan integrasi. Dan dengannya, maka

diharapkan hasil integrasi itu pun dapat ditemukan di dalam gonad. Sebab, tidak semua

hasil integrasi berjalan dengan sempurna dan dapat diturunkan kepada generasi

berikutnya.

Teknik electroporasi, dilakukan dengan cara merendam telur yang sudah dibuahi

di dalam jutaan copy DNA. Teknik ini juga menggunakan listrik dengan voltase tertentu

yang kemudian dialirkan selama beberapa saat. Harapannya adalah bahwa copy DNA

tersebut dapat melalui dinding sel telur (yang memiliki permeabilitas tinggi). Sebenarnya

masih ada cara lain yang dapat dilakukan untuk teknik ini, yakni dengan cara

mengalirkan listrik tepat melalui animal pole (microphyl) dari telur yang sudah dibuahi.

Sesuai dengan namanya, biolistik menerapkan konsep balistik dan biology.

Dengan demikian, biolistik melibatkan tembakan partikel mikroskopik (biasanya terbuat

dari emas) yang dilapisi dengan suatu konstruksi DNA dan diarahkan secara langsung ke

dalam sel. Beberapa partikel yang dapat digunakan untuk teknik ini, memang masih

sedang diteliti lebih lanjut; termasuk ukuran, bentuk dan komposisi kimianya.

Proses lipofeksi atau liposome-mediated transfection, merupakan salah satu

teknik yang mulai banyak digunakan dalam memproduksi organisme akuatik transgenik

dalam beberapa tahun ini. Lipofeksi memang telah secara luas digunakan dalam proses

transformasi kultur sel pada beberapa penelitian, termasuk enkapsulasi konstruksi DNA

di dalam vesikel lemak (lipid vesicle) dan kemudian membawanya ke dalam sel target.

Dengan cara ini, diharapkan bahwa akan terjadi fusi dengan membran plasma dan atau

endositosis.

3.5.2. Penerapan Transgenik untuk Biofuel ( Gas Alam )

Pergeseran dari penggunaan bahan makanan untuk ketahanan pangan (food

security) ke ketersediaan energi (energy security) melalui biofuel membawa dunia

memasuki fase menentukan. Apakah memberi “makanan” pada kendaraan dan pabrik

jauh lebih bermakna daripada memberi makanan pada manusia. Fakta yang muncul saat

ini, memang mengindikasikan timbangan kepentingan lebih menguntungkan pada tujuan

pertama daripada tujuan kedua. Pembuktiannya pun sederhana, yaitu tinggal melihat

bagaimana harga produk-produk agrofuel (produk pertanian sebagai sumber biofuel)

membumbung di pasaran internasional, hingga pengusaha lokal “ngiler” dan lebih

memilih mengekspor daripada melepas ke pasar domestik untuk kepentingan perut rakyat

Menurut situs pasar Chicago per tanggal 29 Februari 2008, harga jagung untuk

pengiriman dua bulan lagi (Mei) sudah mencapai 556,4 dolar AS per bushel. Sedangkan

harga kacang kedelai untuk pengiriman pada bulan yang sama di pasar berjangka

Chicago juga ikut-ikutan naik menjadi 1.536,50 dolar AS per bushel, dan harga minyak

kedelai menjadi 68,820 dolar AS per pon. Padahal menurut situs yang sama, kenaikan

harga komoditas jagung dunia saat ini dibanding tahun lalu sudah mencapai 32,3 persen,

harga produk kedelai naik 42,0 persen dan harga produk minyak kedelai sebesar 39,4

persen. Belum lagi, produk agrofuel lainnya seperti tebu, yang menjadi produk andalan

Brazil untuk memenuhi lebih dari 50 persen kebutuhan BBM domestik, semakin menjadi

“produk mahal”.

Bagaimana dengan Indonesia? Sejauh ini, Indonesia sudah membanjiri produk

kelapa sawit dan jagung ke pasar global untuk memenuhi kebutuhan energi dunia akan

biofuel. Sebagai negara yang dikenal memiliki keunggulan alam tanah yang subur,

Indonesia memiliki banyak peluang untuk menggelontorkan hasil buminya dalam rangka

memenuhi dahaga negara-negara industri di dunia akan energi yang lebih murah dan

ramah lingkungan. Menyadari hal itu, pemerintah pun dengan gencar mendorong agenda

pemanfaatan lahan-lahan kritis untuk tanaman jarak pagar (jatropha curcas). Peluang

besar juga dimiliki produk tebu yang cocok ditanam di beberapa wilayah di Indonesia,

demikian pula singkong, aren dan lain-lain. Momentum, di mana banyak negara di dunia

membutuhkan energi dalam jumlah besar, dan semakin mahalnya bahan bakar fosil harus

dimanfaatkan Indonesia dengan sebaik-baiknya. Tetapi, tentu saja tanpa mengorbankan

ketahanan pangan sehingga rakyat kelaparan, dan tanpa mengorbankan lahan hutan

sehingga tidak berdampak pada lingkungan dan perubahan iklim (climate change).

Pakar Biofuel asal Inggris, Richard Warburton, mengemukakan bahwa selain

pemanfaatan lahan-lahan kritis, negara berkembang seperti Indonesia seharusnya dapat

mengembangkan teknologi rekayasa genetika (Genetically Modified Technology) untuk

menghasilkan tanaman-tanaman agrofuel. Diakuinya, memang banyak pihak yang

menyangsikan teknologi tersebut karena rekayasa genetika masih menjadi hal yang

kontroversial, terutama untuk menghasilkan bahan pangan bagi manusia, seperti yang

terjadi di Eropa Barat. Menurut dia, mereka yang masih menentang teknologi itu masih

belum memiliki pengetahuan yang cukup tentang masalah yang tengah berkembang di

dunia, terutama tentang defisitnya bahan makanan akibat `demam biofuel.

Pilihan pemanfaatan teknologi rekayasa genetika untuk menghasilkan agrofuel juga

menjadi perhatian Uni Eropa (EU). Komisi Eropa, lembaga eksekutif UE, baru-baru ini

menyampaikan ke Dewan Eropa, yang beranggotakan perwakilan dari anggota UE,

sebuah proposal yang intinya mengizinkan penggunaan teknologi rekayasa genetika

untuk memproduksi kacang kedelai (kode A2704-12) dan sutera (kode LL25) sebagai

bahan makanan dan produk impor. Meski belum ada tanggapan dari Dewan, proposal itu

menyebutkan bahwa berdasarkan kajian yang dilakukan, teknologi tersebut tidak

memiliki resiko apapun terhadap manusia atau hewan atau lingkungan.

Warburton juga mengingatkan, jika kebijakan menghasilkan makanan dengan rekayasa

genetika diadaptasi oleh sebuah negara, maka yang terpenting adalah bagaimana menjaga

agar tidak ada ruang bagi peredaran makanan hasil rekayasa genetika yang tidak

memperoleh izin atau tanpa uji kesehatan.

Kebijakan Pemerintah

Sementara itu, peneliti Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Arief B.

Witarto, mengatakan bahwa bagaimana adaptasi teknologi rekayasa genetika tersebut

pada produk pertanian sepenuhnya bergantung pada kebijakan pemerintah. Meskipun

demikian, dia mengusulkan agar penerapan teknologi rekayasa genetika itu lebih

diarahkan pada tanaman pertanian non pangan untuk mengurangi pertentangan.

Dalam workshop ilmiah beberapa waktu lalu di Cibinong, diuraikannya,

terungkap fakta bahwa Jepang tengah memanfaatkan teknologi serupa untuk

menghasilkan jamur yang bisa menghancurkan komponen-komponen lignoselulosa dan

selulosa dari chip kayu sehingga bisa dihasilkan biofuel berbasis selulosa.

Selain dukungan regulasi, tambahnya, pemerintah juga perlu menciptakan suasana

yang kondusif untuk pengembangan bioteknologi di Indonesia, seperti dengan memberi

informasi yang jelas, tepat dan tidak berpotensi menciptakan konflik di masyarakat.

Tarik menarik di dunia internasional mengenai pemanfaatan tanaman pertanian

untuk bahan bakar nabati atau bahan pangan memang seharusnya bisa dimanfaatkan

Indonesia, termasuk dengan pemanfaatan teknologi rekayasa genetika. Indonesia tentu

tidak ingin menjadi korban perang kepentingan negara-negara industri yang terus

membutuhkan energi dalam jumlah yang semakin besar dan harga produk komoditas

pertanian semakin mahal.

Kita memang menikmati keuntungan dari semakin mahalnya harga CPO, tetapi

kita juga terpukul oleh semakin mahalnya minyak goreng dan impor kacang kedelai yang

menjadi bahan baku beberapa makanan pokok seperti tahu dan tempe. Apalagi pada

kenyataannya, keuntungan dari ekspor CPO hanya dinikmati segelintir pengusaha,

sementara semakin mahalnya impor kedelai menjadi berita buruk bagi pemerintah dan

masyarakat kecil. Jika memang dibutuhkan, pemerintah dapat mengajukan rancangan

peraturan tentang penerapan teknologi rekayasa genetika, apakah dapat diterapkan pada

tanaman pertanian pangan atau hanya tanaman pertanian non pangan.

Tentu saja, ini artinya termasuk kebutuhan pembiayaan yang dibutuhkan untuk

pengembangan teknologi tersebut.

DAFTAR PUSTAKA

http://www.gizi.net/cgi-bin/berita/fullnews.cgi?newsid1013491543,87388,

http://www.naksara.net/Aquaculture/Genetic/pengembangan-ikan-transgenik-sebuahpengantar.

html

http://www.gizi.net/cgi-bin/berita/fullnews.cgi?newsid1013491543,87388,

http://www.halalguide.info/index.php?option=com_content&task=view&id=1070&Itemi

d=454

http://www.cybertokoh.com/mod.php?mod=publisher&op=viewarticle&artid=1647

http://id.shvoong.com/tags/transgenik/

http://id.shvoong.com/exact-sciences/biology/1626834-amankah-mengkonsumsitanaman-

transgenik/

http://masenchipz.com/jagung-transgenik-kesuburan-rendah

http://hendra-jaya.blogspot.com/2008/01/bahayakah-tumbuhan-transgenik.html

http://rosyidi.com/kedelai-transgenik-berbahaya/

http://www.sinarharapan.co.id/berita/0609/08/ipt01.html

http://www.ininnawa.org/article44.html

http://www.kompas.com/read/xml/2008/08/29/13424897/jagung.transgenik.menembus.fil

ipina

http://apasihbiotek.com/index.php?option=com_content&task=view&id=52&Itemid=2

http://www.forplid.net/index.php?option=com_content&task=view&id=51&Itemid=98

http://www.indosiar.com/news/anda-perlu-tahu/68021/kedelai-transgenik-yang-unik

http://apasihbiotek.com/index.php?option=com_content&task=view&id=18&Itemid=9

rain-look-the-love-below-

kualitas air

Kehidupan Mikroorganisme dalam Air

air merupakan komponen esensial bagi kehidupan jasad hidup. Akan tetapi dapat juga merupakan suatu substansia yang membawa malapetaka, karena air dapat membawa mikroorganisme patogen dan zat-zat kimia yang bersifat racun (Tarigan, 1988).

Faktor-faktor biotis (dalam hal ini mikroba) yang terdapat di dalam air, menurut Suriawiria (1985) terdiri dari:

  1. Bakteri
  2. Fungi (jamur)
  3. Mikroalga
  4. Protozoa
  5. Virus

Menurut Dwidjoseputro (1989), air tanah mangandung zat-zat anorganik maupun zat-zat organic yang merupakan tempat yang baik bagi pertumbuhan dan perkembangan mikroorganisme (kehidupan mikroorganisme). Mikroorganisme yang autotrof merupakan penghuni pertama dalam air yang mangandung zat-zat anorganik. Sel-sel yang mati merupakan bahan organic yang memungkinkan kehidupan mikroorganisme yang heterotrof. Temperatur juga ikut menentukan populasi mikroorganisme di dalam air. Pada temperature sekitar 30oC merupakan temperatur yang baik bagi kehidupan bakteri pathogen yang berasal dari hewan maupun manusia. Sinar matahari (terutama sinar ultraviolet) memang dapat mematikan bakteri, akan tetapi daya tembus sinar ultraviolet ke dalam air tidak maksimal. Air yang berarus deras kurang baik bagi kehidupan bakteri. Hal ini berkaitan dengan tidak maksimalnya perkembangbiakan bakteri, karena kebanyakan bakteri memerlukan media/substrat yang tenang untuk perkembangbiakannya (Dwijoseputro, 1989).

Air sumur pada umumnya lebih bersih daripada air permukaan, karena air yang merembes ke dalam tanah itu telah difiltrasi (disaring) oleh lapisan tanah yang dilewatinya, namun kebersihan air secara kasat mata belum tentu mengindikasikan terbebasnya air tersebut dari kontaminasi bakteri, kebersihan dan kontaminasi bakteri pada air sumur sangat berkaitan erat dengan lingkungan sekitar sumur (Nurdin, 2007).

Temperature yang optimum sepanjang tahun di Indonesia ini menyebabkan air di alam terbuka selalu mengandung mikroorganisme

Kandungan mikroorganisme dalam air alami sangat berbeda tergantung pada lokasi dan waktu. Apabila air merembes dan meresap mealalui tanah akan membawa sebagaian mikroorganisme bagian tanah yang lebih dalam. Air tanah pada umumnya paling sedikit mengandung mikroorganisme dan air tanah yang terdapat pada bagian yang dalam sekali hampir tidak mengandung mikroorganisme. Sebaliknya air permukaan sering banyak mengandung mikroorganisme yang berasal dari tanah dan dari organisme yang terdapat di danau-danau dan sungai-sungai. Kehadiran mikroba di dalam air akan mendatangkan keuntungan dan kerugian (Dwijoseputro, 1989).

Mikroorganisme Patogen yang dapat Mengkontaminasi Air

Mikroorganisme patogen dalam air dapat masuk ke dalam tubuh dengan perantaraan air minum atau infeksi pada luka yang terbuka. Mikroorganism ini umumnya tumbuh dengan baik di dalam saluran pencernaan keluar bersama feses, bakteri ini disebut bakteri coliform (Tarigan, 1988). Adanya hubungan antara tinja dengan coliform,maka bakteri ini dijadikan indikator alami kehadiran materi fekal. Artinya, jika pada suatu substrat atau benda didapatkan bakteri ini maka langsung ataupun tidak langsung substrat atau benda tersebut sudah dikenal atau dicemari oleh materi fekal. Selain itu dijelaskan pula bahwa ada kesamaan sifat dan kehidupan antara bakteri coliform dengan bakteri lain penyebab penyakit perut, tifus, paratifus, disentri dan kolera. Oleh karena itu kehadiran bakteri coliform dalam jumlah tertentu didalam sutau substrat ataupun benda, misalnya air dan bahan makanan sudah merupakan indikator kehadiran bakteri penyakit lainnya.

Kelompok bakteri coliform antara lain Eschericia coli, Enterrobacter aerogenes, dan Citrobacter fruendii. Keberadaan bakteri ini dalam air minum juga menunjukkan adanya bakteri patogen lain, misalnya Shigella, yang bisa menyebabkan diare hingga muntaber (Kompas Cyber Media, 2003 dalam Kompas.com).

Menurut Supardi dan Sukamto (1999), bakteri coliform dapat dibedakan menjadi dua bagian, yaitu.

  1. Coliform fekal, misalnya E. coli, merupakan bakteri yang berasal dari kotoran hewan atau manusia.
  2. Coliform non-fekal, misalnya E. aeroginosa, biasanya ditemukan pada hewan atau tanaman yang telah mati.

Bakteri E. coli memiliki kemampuan untuk memfermentasikan kaldu laktosa pada temperatur 37° Celcius dengan membentuk asam dan dan gas dalam waktu 48 jam. Sejak diketahui bahwa E. coli tersebar dalam semua individu, analisis bakterialogis terhadap air minum ditunjukkan dengan kehadiran bakteri tersebut. Walaupun adanya bakteri tersebut tidak dapat memastikan adanya bakteri patogen secara langsung, namun dari hasil yang didapat memberikan kesimpulan bahwa E. Coli dalam junlah tertentu dalam air dapat digunakan sebagai indikator adanya bakteri yang patogen.

Aerobacter dan Klebsiela yang biasa disebut golongan perantara, memiliki sifat Coli, dan lebih banyak didapatkan dalam habitat tanah dan air daripada dalam usus, sehingga disebut “nonfekal” dan umumnya tidak patogen. Pencemaran bakteri fekal tidak dikehendaki, baik dari segi estetika, sanitasi, maupun kemungkinan terjadinya infeksi yang berbahaya. Jika dalam 100 ml air minum terdapat 500 bakteri Coli, mungkin terjadi penyakit gastroenteritis yang segera dapat mengalahkan mekanisme pertahanan tubuh, sehingga dapat tinggal dalam blander (cystitis) dan pelvis (pyelitis), ginjal dan hati.

Beberapa macam mikroorganisme patogen yang mengkontaminasi air, antara lain:

  1. Salmonella typhi, adalah bakteri gram negatif berbentuk batang, tidak membentuk spora namun bersifat patogen, baik pada manusia ataupun hewan. Dapat menyebabkan demam typhoid (typoid fever). Sebenarnya penyakit demam typoid dapat dipindahkan dengan perantara makanan yang terkontaminasi dan dengan kontak langsung dengan si penderita. Namun yang paling umum sebagai fakta penyebab adalah air. Air dapat terkontaminasi oleh bakteri ini karena kesalahan metode pemurnian air atau kontaminasi silang (Cros contaminant) antara pipa air dengan saluran air limbah (Tarigan, 1988).
  2. Clostridium prefringens adalah bakteri gram positif pembentuk spora yang sering ditemukan dalam usus manusia, tetapi kadang-kadang juga ditemukan di luar usus manusia (tanah, debu, lingkungan dan sebagainya)(Dewanti, Tanpa tahun).
  3. Escherichia coli adalah bakteri gram negatif berbentuk batang yang tidak membentuk spora dan merupakan flora normal di dalam usus. E.coli termasuk bakteri komensal yang umumnya bukan patogen penyebab penyakit namun bilamana jummlahnya melampaui normal maka dapat pula menyebabkan penyakit (Dewanti, Tanpa tahun). E. Coli merupakan salah satu bakteri coliform.
  4. Leptospira merupakan bakteri berbentuk spiral dan lentur yang merupakan penyebab penyakit leptosporosis. Penyakit ini merupakan penyakit zoonosis atau penyakit hewan yang bisa berpindah ke manusia. Pada umumnya penyebaran bakteri ini adalah pada saat banjir.(Anonim, Tanpa tahun).
  5. Shigella dysentriae adalah basil gram negatif, tidak bergerak. Bakteri ini menyebabkan penyakit disentri (mejan). Spesies lain seperti S. Sonnei dan S. Paradysentriae juga menyebabkan penyakit disentri (Dwijoseputro, 1976).
  6. Vibrio comma adalah bakteri yang berbentuk agak melengkung, gram negatif dan monotrik. Bakteri ini menyebabkan penyakit kolera yang endemis di indonesia dan sewaktu-waktu berjangkit serta memakan banyak korban (Dwijoseputro, 1976).

Kualitas Air

Pengadaan air bersih untuk kepentingan rumah tangga harus memenuhi persyaratan yang sudah ditentukan sesuai peraturan Internasional (WHO dan APHA). Kualitas air bersih di Indonesia sendiri harus memenuhi persyaratan yang tertuang di dalam peraturan Menteri Kesehatan RI No. 173/Men. Kes/Per/VIII/77. Menurut Suriawiria (1985), kualitas tesebut menyangkut:

  1. Kualitas Fisik, meliputi kekeruhan, temperatur, warna, bau, dan rasa.
  2. Kualitas Kimia, yaitu yang berhubungan dengan adanya ion-ion senyawa ataupun logam yang membahayakan dan pestisida.
  3. Kualitas Biologi yaitu berhubungan dengan kehadiran mikroba patogen (penyebab penyakit), pencemar, dan penghasil toksin.

Kandungan bakteri E. Coli dalam air berdasarkan ketentuan WHO (1968) dalam Dwijoseputro (1989), dalam hal jumlah maksimum yang diperkenankan per 100 ml adalah 1000, air untuk kolam renang 200, dan air minum 1. Hal ini menunjukkan bahwa kualitas air secara biologis ditentukan oleh kehadiran bakteri E. Coli di dalamnya. Sumur merupakan salah satu penampungan air yang utama bagi penduduk perkampungan. Dengan demikian air dalam sumur tersebut harus memnuhi syarat air yang baik untuk dikonsumsi. Agar air dalam sumur tersebut berkualitas baik maka sebaiknya jarak sumur dan septitank kurang lebih 10 meter. Menurut Setyawati (2007) dalam penelitianya menjelaskan bahwa kandungan bakteri yang terdapat dalam air sumur dipengaruhi oleh konstruksi sumur, aktivitas domestik sekitar sumur, cara penggunaan sumur, dan pemeliharan sumur. Berdasarkan hasil penelitian tersebut konstruksi sumur paling berpengaruh terhadap kandungan bakteri di dalam air sumur.

Analisis Mikrobiologi Air

Permukaan air yang kelihatannya jernih dan bersih, belum tentu air tersebut bebas dari kontaminan. Bisa saja air ini terkontaminasi oleh mikroorganisme patogen yang dapat membahayakan kesehatan manusia. Mikroorganisme kontaminan tersebut dapat dideteksi dengan menggunakan metode-metode laboratorium. Pengujian macam-macam mikroorganisme patogen dalam air minum tidaklah praktis (langsung).

Analisis yang digunakan dalam pemeriksaan mikrobiologi antara lain:

  1. Total Count

Total count bakteri, ditentukan berdasarkan penanaman bahan dalam jumlah dan pengenceran tertentu ke dalam media yang umum untuk bakteri. Setelah diinkubasikan pada suhu kamar selama waktu maksimal 4 x 24 jam, dilakukan perhitungan koloni. Total count fungi, dilakukan dengan metode yang sama kecuali suhu inkubasi 28 ± 1oC. Pada permukaan media pertumbuhan untuk fungi ditambahkan asam laktat 3% sebelum memasukkan sampel untuk mencegah pertumbuhan bakteri.

  1. Penentuan Nilai IPB (Indeks Pencemar Biologis)

Makin tinggi nilai IPB, maka makin tinggi kemungkinan deteriosasi/korosi materi di dalam sistem pabrik (logam-logam yagn mengandung Fe dan S) ataupun terhadap kemungkinan adanya kontaminasi badan air oleh organisme patogen.

Perhitungan Nilai Total Coliform

Coliform total ditentukan dengan teknik MPN (Most Probable Number) atau JPT (Jumlah Perkiraan Terdekat) dan dengsan metode penyaring membran. MPN merupakan metode penentuan jumlah bakteri yang tumbuh pada pengenceran beberapa seri tabung dengan tabel MPN coliform. Metode MPN ini lebih baik bila dibandingkan dengan metode hitung cawan, karena lebih sensitif dan dapat mendeteksi coliform dalam jumlah yang sangat rendah di dalam sampel air (Supardi dan Sukamto, 1999). Uji kualitas Coliform terdiri dari tiga tahap, yaitu: (1) Uji pendugaan, (2) Uji penegasan, (3) Uji lengkap. Menurut fardiaz (1993), uji kualitas koliform tidak harus dilakukan swecara lengkap seperti di atas. Hal ini twergantung dari berbagai faktor, seperti waktu, mutu, sampel yang diuji, biaya, tujuan analisis, dam faktor-faktor lainnya.

Metode MPN ini menggunakan medium cair di dalam tabung reaksi, yang perhitungannya dilakukan berdasarkan jumlah tabung yang positif setelah diinkubasi pada suhu dan waktu tertentu. Pengamatan tabung positif dapat dilihat dengan mengamati timbulnya kekeruhan atau terbentuknya gas pada tabung Durham untuk mikroba pembentuk gas, seperti E. coli. Metode MPN ini biasanya dilakukan untuk menghitung jumlah mikroba di dalam sampel cair, dapat pula dilakukan untuk menghitung jumlah mikroba untuk sampel yang bentuknya padat, dengan terlebih dahulu membuat suspensi 1:10 dari sampel tersebut (Siswandi, 2000).

Perhitungan jumlah bakteri coliform dilakukan dengan rumus :

MPN mikroba = Nilai MPN X 1/pengenceran tabung di tengah.

Source : http://mawarmawar.wordpress.com/2009/03/15/kehidupan-mikroorganisme-dalam-air/

Present technology!!

 

RANCANG BANGUN PEMBANGKIT LISTRIK

TENAGA ANGIN PADA STASIUN PENGISIAN ACCU MOBIL LISTRIK

 

Penyusun :

 

Nama    : Riando Simbolon

Npm    : 240110080040

 


 

 

 

 

    
 

 

 

 

 

 

 

 

TEKNIK MANAJEMEN INDUSTRI PERTANIAN

FAKULTAS TEKNOLOGI INDUSTRI PERTANIAN

UNIVERSITAS PADJAJARAN

JATINANGOR

2009

 

  1. PENGANTAR

     

Pada masa sekarang dimana semakin menipisnya sumber daya alam yang digunakan sebagai sumber bahan bakar minyak, orang-orang mulai beralih ke energi alternatif. Disamping itu juga penggunaan bahan bakar minyak pada kendaraan bermotor dapat menyebabkan pemanasan global karena emisi yang dikeluarkan oleh kendaraan bermotor tersebut mengandung zat-zat berbahaya terhadap lingkungan. Salah satu solusi untuk hal tersebut yaitu menggunakan kendaraan berbahan bakar listrik. Permasalahanan yang timbul jika kita menggunakan kendaraan berbahan bakar listrik, yaitu kurangnya stasiun pengisian energi untuk accu mobil listrik. Oleh karena itu, saya merencakan suatu stasiun pengisian bahan bakar untuk kendaraan berenergi listrik dengan memanfaatkan pembangkit listrik tenaga angin. Dengan konversi tenaga angin menjadi energi listrik kemudian digunakan untuk charge accu pada mobil listrik diharapkan stasiun pengisian bahan bakar untuk kendaraan listrik ini dapat berkembang pada masa mendatang.

Energi angin telah lama dikenal dan dimanfaatkan manusia. Perahu-perahu layar menggunakan energi ini untuk melewati perairan sudah lama sekali. Dan sebagaimana diketahui, pada asasnya angin terjadi karena ada perbedaan suhu antara udara panas dan udara dingin. Di tiap daerah keadaan suhu dan kecepatan angin berbeda. Untuk mengurangi keterbatasan penggunaan energi yang tak terbarukan dalam pembangkitan energi listrik khususnya maka diperlukan energi- energi alternatif lain sebagai penggantinya. Dalam rangka mencari bentuk-bentuk sumber energi alternatif yang bersih dan terbarukan kembali energi angin mendapat perhatian yang besar.

 

  1. PEMEBAHASAN

     

Seperti yang telah dijelaskan, Angin adalah udara yang bergerak dari tekanan udara yang lebih tinggi ke tekanan udara yang lebih rendah. Perbedaan tekanan udara disebabkan oleh perbedaan suhu udara akibat pemanasan atmosfir yang tidak merata oleh sinar matahari. Karena bergerak angin memiliki energi kinetik. Energi angin dapat dikonversi atau ditransfer ke dalam bentuk energi lain seperti listrik atau mekanik dengan menggunakan kincir atau turbin angin. Oleh karena itu, kincir atau turbin angin sering disebut sebagai Sistem Konversi Energi Angin (SKEA).

Untuk pemanfaatan kincir angin bagi pembangkitan tenaga listrik skala kecil saya memerlukan sebuah kincir angin dan generator DC, sebuah pengatur tegangan agar keluaran untuk mengisi accu dapat konstan. Untuk memastikan tegangan keluaran dari generator tidak berbalik polaritas, maka perlu ditambahkan sebuah rangkaian penyearah (Rectifier) sebelum masuk ke rangkaian charger.

Untuk mendesain sebuah kincir angin, ada banyak hal yang harus saya perhatikan. Hal pertama yang harus dipertimbangkan yaitu berapa besar daya yang kita butuhkan, kemudian kecepatan angin, setelah itu yang tidak kalah penting yaitu berapa jumlah blade yang harus digunakan, dan masih banyak hal teknis lainnya. Hal pertama yang diperhatikan dalam desain kincir angin yaitu TSR (Tip Speed Ratio) atau perbandingan kecepatan di tip kincir angin (ujung) dan kecepatan angin yang didapat oleh kincir.

Jika dikaitkan dengan sumber daya angin, turbin angin dengan jumlah sudut banyak lebih cocok digunakan pada daerah dengan potensi energi angin yang rendah karena rated wind speed-nya tercapai pada putaran rotor dan kecepatan angin yang tidak terlalu tinggi. Sedangkan turbin angin dengan sudut sedikit (untuk pembangkitan listrik) tidak akan beroperasi secara effisien.

Pada praktiknya, penentuan tempat pemasangan sistem konversi energi angin dapat ditentukan dengan cara Pemilihan tempat berdasarkan besarnya potensi energi angin yang tersedia. Semakin besar kecepatan angin rata-rata di suatu tempat akan semakin baik. Semakin tinggi potensi energi yang tersedia akan memberikan keuntungan berupa ukuran sistem konversi energi angin yang semakin kecil dan tidak perlu terlalu efisien sehingga pembuatannya akan lebih mudah dan murah.
Aliran angin di dekat permukaan bumi akan semakin mengecil dan mencapai harga nol di permukaan tanah. Profil kecepatan angin ini disebut dengan lapisan batas atmosfir. Permukaan bumi memiliki tingkat kekasaran yang berbeda-beda. Semakin kasar permukaan bumi akan semakin tebal lapisan batas atmosfir. Dengan semakin besarnya lapisan batas atmosfer maka kecepatan angin pada ketinggian tertentu akan semakin kecil. Dengan demikian tempat pemasangan harus diarahkan pada tempat dengan tingkat kekasaran yang rendah seperti daerah lepas pantai, daerah pantai, padang rumput, dan tempat-tempat dengan tumbuh-tumbuhan dan bangunan yang tidak terlalu tinggi.

Generator merupakan sumber utama energi listrik yang dipakai sekarang ini dan merupakan converter terbesar di dunia. Pada prinsipnya tegangan yang dihasilkan generator bersifat bolak-balik, sedangkan generator yang menghasilkan tegangan searah karena telah mengalami proses penyearahan. Generator adalah suatu mesin yang menggunakan magnet untuk mengubah energi mekanis menjadi energi listrik.

Battery
(Accumulator) merupakan salah satu media penyimpan energi yang biasa digunakan pada kendaaran bermotor untuk menyalakan lampu dan sebagainya. Dalam proyek akhir ini, accumulator digunakan untuk menyimpan energi listrik yang berasal dari pembangkit listrik tenaga angin. Accumulator atau sering disebut accu ( aki ) adalah salah satu komponen utama dalam kendaraan bermotor, baik mobil atau motor, semua memerlukan aki untuk dapat menghidupkan mesin kendaraan (mencatu arus pada dinamo stater kendaraan). Aki mampu mengubah tenaga kimia menjadi energi listrik.

Rectifier berarti penyearah. Rectifier dapat menyearahkan gelombang sinusodal( AC ) yang dihasilkan oleh generator menjadi gelombang DC. Inverter berarti pembalik. Ketika dibutuhkan daya dari penyimpan energi(aki/lainnya) maka catu yang dihasilkan oleh aki akan berbentuk gelombang DC. Karena kebanyakan kebutuhan rumah tangga menggunakan catu daya AC , maka diperlukan inverter untuk mengubah gelombang DC yang dikeluarkan oleh aki menjadi gelombang AC, agar dapat digunakan oleh rumah tangga.

Kincir angin dikopel dengan generator dan akan berputar karena aliran angin sehingga generator juga akan berputar dan menghasilkan tegangan. Sebelum tegangan keluaran dari generator digunakan untuk men-charge batrai terlebih dahulu dikontrol didalam charge/discharge controller. Proyek akhir ini memanfaatkan putaran kincir angin untuk menggerakkan sebuah generator DC. Tegangan output dari generator dimasukkan kedalam sebuah rangkaian bridge rectifier untuk mencegah adanya perubahan polaritas tegangan, kemudian dimasukkan pada sebuah rangkaian kontroler yang khusus digunakan untuk mencharge accu/baterai.

Integrasi pembangkit listrik dengan mobil listrik dipasang pada mobil listrik, dengan pertimbangan bahwa dengan memasang kincir pada kendaraan, maka aliran angin yang dihasilkan pada saat mobil melaju akan memutar kincir. Harapannya dengan kondisi angin seperti apapun, aliran angin akan menyebabkan angin memutar kincir dan menghasilkan aliran listrik yang dihasilkan oleh generator yang akan mencharger accu yang akan menggerakan dan membuat mobil bergerak. Dalam perencanaannya generator dipasang pada sisi depan mobil listrik. Penempatan kincir pada sisi depan karena merupakan sisi yang melawan arah aliran angin dan dapat menerima angin secara maksimal.

 

  1. PENTUP

     

Begitu banyak kegunaan dari kincir angin kalau ditelaah lebih jauh, kincir angin dapat menghasilkan energi listrik melalui inovasi baru, meski pun teknologi seperti ini masih tergantung dengan angin, namun setidaknya dapat dimanfaatkan apabila musim kemarau datang.

Setelah melalui proses perencanaan dan pembuatan alat yang dilanjutkan dengan pengujian alat, maka pada rencana proyek ini mempunyai tujuan Untuk kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK), pembangkitan energi listrik dengan tenaga angin pada mobil listrik dapat digunakan menjadi salah satu alternatif untuk membantu mengurangi pemakaian energi yang semakin bertambah. Tujuan khusus dari pembuatan rencana proyek ini adalah untuk mendesain suatu pembangkit listrik tenaga angin untuk stasiun pengisian accu mobil listrik sebagai salah satu sumber energi listrik alternatif yang bersih dan dapat diperbaharukan. Mobil listrik telah banyak diciptakan dan digunakan untuk mengurangi polusi akibat dari emisi kendaraan bermotor. Mobil listrik menggunakan accu/battery sebagai sumber energi untuk menggerakkan mobil tersebut.

Saya berharap pendidikan yang saya jalani sekarang dapat mendukung saya untuk mewujudkan cita-cita saya. Sedikit demi sedikit saya akan belajar dan menabung ilmu yang saya miliki menjadi salah satu bahan untuk inovasi ini. Saya rindu dimasa depan inovasi ini dapat dipakai di Indonesia khususnya, dan tingkat dunia umumnya, agar nama bangsa ini dapat menjadi harum namanya lewat presatasi anak bangsa.


 

 

RANCANG BANGUN PEMBANGKIT LISTRIK

TENAGA ANGIN PADA STASIUN PENGISIAN ACCU MOBIL LISTRIK

 

Penyusun :

 

Nama    : Riando Simbolon

Npm    : 240110080040

 


 

 

 

 

    

 

 

 

 

 

 

 

TEKNIK MANAJEMEN INDUSTRI PERTANIAN

FAKULTAS TEKNOLOGI INDUSTRI PERTANIAN

UNIVERSITAS PADJAJARAN

JATINANGOR

2009

 

  1. PENGANTAR

     

Pada masa sekarang dimana semakin menipisnya sumber daya alam yang digunakan sebagai sumber bahan bakar minyak, orang-orang mulai beralih ke energi alternatif. Disamping itu juga penggunaan bahan bakar minyak pada kendaraan bermotor dapat menyebabkan pemanasan global karena emisi yang dikeluarkan oleh kendaraan bermotor tersebut mengandung zat-zat berbahaya terhadap lingkungan. Salah satu solusi untuk hal tersebut yaitu menggunakan kendaraan berbahan bakar listrik. Permasalahanan yang timbul jika kita menggunakan kendaraan berbahan bakar listrik, yaitu kurangnya stasiun pengisian energi untuk accu mobil listrik. Oleh karena itu, saya merencakan suatu stasiun pengisian bahan bakar untuk kendaraan berenergi listrik dengan memanfaatkan pembangkit listrik tenaga angin. Dengan konversi tenaga angin menjadi energi listrik kemudian digunakan untuk charge accu pada mobil listrik diharapkan stasiun pengisian bahan bakar untuk kendaraan listrik ini dapat berkembang pada masa mendatang.

Energi angin telah lama dikenal dan dimanfaatkan manusia. Perahu-perahu layar menggunakan energi ini untuk melewati perairan sudah lama sekali. Dan sebagaimana diketahui, pada asasnya angin terjadi karena ada perbedaan suhu antara udara panas dan udara dingin. Di tiap daerah keadaan suhu dan kecepatan angin berbeda. Untuk mengurangi keterbatasan penggunaan energi yang tak terbarukan dalam pembangkitan energi listrik khususnya maka diperlukan energi- energi alternatif lain sebagai penggantinya. Dalam rangka mencari bentuk-bentuk sumber energi alternatif yang bersih dan terbarukan kembali energi angin mendapat perhatian yang besar.

 

  1. PEMEBAHASAN

     

Seperti yang telah dijelaskan, Angin adalah udara yang bergerak dari tekanan udara yang lebih tinggi ke tekanan udara yang lebih rendah. Perbedaan tekanan udara disebabkan oleh perbedaan suhu udara akibat pemanasan atmosfir yang tidak merata oleh sinar matahari. Karena bergerak angin memiliki energi kinetik. Energi angin dapat dikonversi atau ditransfer ke dalam bentuk energi lain seperti listrik atau mekanik dengan menggunakan kincir atau turbin angin. Oleh karena itu, kincir atau turbin angin sering disebut sebagai Sistem Konversi Energi Angin (SKEA).

Untuk pemanfaatan kincir angin bagi pembangkitan tenaga listrik skala kecil saya memerlukan sebuah kincir angin dan generator DC, sebuah pengatur tegangan agar keluaran untuk mengisi accu dapat konstan. Untuk memastikan tegangan keluaran dari generator tidak berbalik polaritas, maka perlu ditambahkan sebuah rangkaian penyearah (Rectifier) sebelum masuk ke rangkaian charger.

Untuk mendesain sebuah kincir angin, ada banyak hal yang harus saya perhatikan. Hal pertama yang harus dipertimbangkan yaitu berapa besar daya yang kita butuhkan, kemudian kecepatan angin, setelah itu yang tidak kalah penting yaitu berapa jumlah blade yang harus digunakan, dan masih banyak hal teknis lainnya. Hal pertama yang diperhatikan dalam desain kincir angin yaitu TSR (Tip Speed Ratio) atau perbandingan kecepatan di tip kincir angin (ujung) dan kecepatan angin yang didapat oleh kincir.

Jika dikaitkan dengan sumber daya angin, turbin angin dengan jumlah sudut banyak lebih cocok digunakan pada daerah dengan potensi energi angin yang rendah karena rated wind speed-nya tercapai pada putaran rotor dan kecepatan angin yang tidak terlalu tinggi. Sedangkan turbin angin dengan sudut sedikit (untuk pembangkitan listrik) tidak akan beroperasi secara effisien.

Pada praktiknya, penentuan tempat pemasangan sistem konversi energi angin dapat ditentukan dengan cara Pemilihan tempat berdasarkan besarnya potensi energi angin yang tersedia. Semakin besar kecepatan angin rata-rata di suatu tempat akan semakin baik. Semakin tinggi potensi energi yang tersedia akan memberikan keuntungan berupa ukuran sistem konversi energi angin yang semakin kecil dan tidak perlu terlalu efisien sehingga pembuatannya akan lebih mudah dan murah.
Aliran angin di dekat permukaan bumi akan semakin mengecil dan mencapai harga nol di permukaan tanah. Profil kecepatan angin ini disebut dengan lapisan batas atmosfir. Permukaan bumi memiliki tingkat kekasaran yang berbeda-beda. Semakin kasar permukaan bumi akan semakin tebal lapisan batas atmosfir. Dengan semakin besarnya lapisan batas atmosfer maka kecepatan angin pada ketinggian tertentu akan semakin kecil. Dengan demikian tempat pemasangan harus diarahkan pada tempat dengan tingkat kekasaran yang rendah seperti daerah lepas pantai, daerah pantai, padang rumput, dan tempat-tempat dengan tumbuh-tumbuhan dan bangunan yang tidak terlalu tinggi.

Generator merupakan sumber utama energi listrik yang dipakai sekarang ini dan merupakan converter terbesar di dunia. Pada prinsipnya tegangan yang dihasilkan generator bersifat bolak-balik, sedangkan generator yang menghasilkan tegangan searah karena telah mengalami proses penyearahan. Generator adalah suatu mesin yang menggunakan magnet untuk mengubah energi mekanis menjadi energi listrik.

Battery
(Accumulator) merupakan salah satu media penyimpan energi yang biasa digunakan pada kendaaran bermotor untuk menyalakan lampu dan sebagainya. Dalam proyek akhir ini, accumulator digunakan untuk menyimpan energi listrik yang berasal dari pembangkit listrik tenaga angin. Accumulator atau sering disebut accu ( aki ) adalah salah satu komponen utama dalam kendaraan bermotor, baik mobil atau motor, semua memerlukan aki untuk dapat menghidupkan mesin kendaraan (mencatu arus pada dinamo stater kendaraan). Aki mampu mengubah tenaga kimia menjadi energi listrik.

Rectifier berarti penyearah. Rectifier dapat menyearahkan gelombang sinusodal( AC ) yang dihasilkan oleh generator menjadi gelombang DC. Inverter berarti pembalik. Ketika dibutuhkan daya dari penyimpan energi(aki/lainnya) maka catu yang dihasilkan oleh aki akan berbentuk gelombang DC. Karena kebanyakan kebutuhan rumah tangga menggunakan catu daya AC , maka diperlukan inverter untuk mengubah gelombang DC yang dikeluarkan oleh aki menjadi gelombang AC, agar dapat digunakan oleh rumah tangga.

Kincir angin dikopel dengan generator dan akan berputar karena aliran angin sehingga generator juga akan berputar dan menghasilkan tegangan. Sebelum tegangan keluaran dari generator digunakan untuk men-charge batrai terlebih dahulu dikontrol didalam charge/discharge controller. Proyek akhir ini memanfaatkan putaran kincir angin untuk menggerakkan sebuah generator DC. Tegangan output dari generator dimasukkan kedalam sebuah rangkaian bridge rectifier untuk mencegah adanya perubahan polaritas tegangan, kemudian dimasukkan pada sebuah rangkaian kontroler yang khusus digunakan untuk mencharge accu/baterai.

Integrasi pembangkit listrik dengan mobil listrik dipasang pada mobil listrik, dengan pertimbangan bahwa dengan memasang kincir pada kendaraan, maka aliran angin yang dihasilkan pada saat mobil melaju akan memutar kincir. Harapannya dengan kondisi angin seperti apapun, aliran angin akan menyebabkan angin memutar kincir dan menghasilkan aliran listrik yang dihasilkan oleh generator yang akan mencharger accu yang akan menggerakan dan membuat mobil bergerak. Dalam perencanaannya generator dipasang pada sisi depan mobil listrik. Penempatan kincir pada sisi depan karena merupakan sisi yang melawan arah aliran angin dan dapat menerima angin secara maksimal.

 

  1. PENTUP

     

Begitu banyak kegunaan dari kincir angin kalau ditelaah lebih jauh, kincir angin dapat menghasilkan energi listrik melalui inovasi baru, meski pun teknologi seperti ini masih tergantung dengan angin, namun setidaknya dapat dimanfaatkan apabila musim kemarau datang.

Setelah melalui proses perencanaan dan pembuatan alat yang dilanjutkan dengan pengujian alat, maka pada rencana proyek ini mempunyai tujuan Untuk kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK), pembangkitan energi listrik dengan tenaga angin pada mobil listrik dapat digunakan menjadi salah satu alternatif untuk membantu mengurangi pemakaian energi yang semakin bertambah. Tujuan khusus dari pembuatan rencana proyek ini adalah untuk mendesain suatu pembangkit listrik tenaga angin untuk stasiun pengisian accu mobil listrik sebagai salah satu sumber energi listrik alternatif yang bersih dan dapat diperbaharukan. Mobil listrik telah banyak diciptakan dan digunakan untuk mengurangi polusi akibat dari emisi kendaraan bermotor. Mobil listrik menggunakan accu/battery sebagai sumber energi untuk menggerakkan mobil tersebut.

Saya berharap pendidikan yang saya jalani sekarang dapat mendukung saya untuk mewujudkan cita-cita saya. Sedikit demi sedikit saya akan belajar dan menabung ilmu yang saya miliki menjadi salah satu bahan untuk inovasi ini. Saya rindu dimasa depan inovasi ini dapat dipakai di Indonesia khususnya, dan tingkat dunia umumnya, agar nama bangsa ini dapat menjadi harum namanya lewat presatasi anak bangsa.


 

komoditas

Komoditas Perkebunan Di Jawa

Barat bahwa pengertian Komoditi unggulan adalah komoditas yang diunggulkan suatu

daerah yang tumbuh dan berkembang dengan baik karena sesuai dengan agroklimat

setempat ( kondisi tanah dan iklim ) yang mempunyai peran sebagai berikut :

– Sebagai penghasil devisa dan mempunyai pangsa pasar yang besar dalam perdagangan

lokal, regional maupun global.

– Sebagi sumber penghasilan dan pendapatan utama yang tersebar disebagian wilayah

diantaranya sudah menjadi komoditas sosial di Jawa Barat.

– Merupakan komoditas spesifik lokalita yang mempunyai keunggulan, kompetitif dan

kooperatif.

– Berkembang dan menjadi unggulan daerah.

Akarwangi merupakan salah satu komoditi unggulan,disamping itu juga merupakan komoditi lokalita artinya yang

tumbuh baik sesuai dengan agroklimat yang ada di salah satu kabupaten yaitu di Garut .

Dan telah berkembang yang saya ketahui sejak tahun 1980 yang selanjutnya ditetapkan

oleh Keputusan Gubernur nomor 30 Tahun 1990 tentang Penyempurnaan Ketentuan

Ketentuan Penanaman dan Penyulingan Serehwangi Akarwangi di Jawa Barat yang

selanjutnya ditindaklanjuti dengan Surat Keputusan Bupati Garut nomor 520/SK196-

huk/90 tentang Areal Penanaman ,Pengolahan dan Penyulingan Akarwangi di Kabupaten

Garut ;didalamnya ditetapkan 4 kecamatan yaitu kecamatan Leles, Cilawu, Bayongbong

dan Samarang dengan luas areal 2.400 Ha.

Indonesia sebagai negara penghasil minyak atsiri – Akarwangi sering disebut

produsen Java vertiver oil. . Prospek pasar, baik untuk ekspor maupun pasar dalam negeri,

komoditi ini pada masa yang akan datang cukup besar, seiring dengan semakin tingginya

permintaan terhadap parfum/kosmetika, trend mode dan belum berkembangnya barang

substitusi essensial oil yang bersifat pengikat (fiksasi) dalam industri parfum/kosmetika.

Untuk mempertahankan kelangsungan keberadaan komoditi Akarwangi ini perlu

ditindaklanjuti melalui kegiatan yang dilakukan dalam rehabilitasi/intensifikasi tanaman

penghasil minyak atsiri (akarwangi) adalah:

1. Perbaikan budidaya tanaman akarwangi dengan menggunakan benih dari varietas

unggul;

2. Pembangunan kebun penangkar benih di lokasi pengembangan untuk menjamin

ketersediaan benih dari varietas unggul ;

3. Pengawalan dan pendampingan pelaksanaan teknis pengembangan tanaman penghasil

minyak atsiri, penanganan pasca panen dan pengolahan;

4. Peningkatan SDM petani melalui berbagai pelatihan dan pendampingan;

5. Penumbuhan dan pengaktifan/dinamika Kelompok Tani Tanaman Penghasil Minyak

atsiri;

6. Memfasilitasi pengawalan kegiatan di tingkat pusat serta pembinaan petani Tanaman

Penghasil Minyak Atsiri oleh petugas provinsi, kabupaten dan penyuluh.

Luas areal akar wangi di tahun 2006 yang diusahakan petani Kabupaten Garut

adalah 2045 Ha dengan produksi 59 ton minyak atsiri dengan harga Rp. 330.500.- /kg di

tingkat petani.

 

Produksi nilam di Propinsi Kalimantan Barat

Ada beberapa jenis tanaman bahkan mungkin banyak yang tumbuh di Kalimantan

Barat yang belum digali dan di kembangkan, yang selama ini orang hanya mengunakannya

sebagai bumbu masak/dapur atau obat-obatan tradisional, antara lain; lada, jahe, sereh,

kunyit, kencur, daun salam, dll, yang sebenarnya tanaman tersebut memiliki nilai ekonomis

yang lebih tinggi jika diolah menjadi minyak atsiri.

Minyak atsiri (essential oil) adalah minyak eteris atau minyak terbang yang

memiliki sifat mudah menguap, berbau khas sesuai dengan bau tanaman penghasilnya,

getir, memabukkan, larut dalam larutan organik namun tidak larut dalam air. Minyak atsiri

bersumber dari setiap bagian tanaman yaitu daun, bunga, buah, biji, batang, kulit, akar atau

umbi (rizhoma). Minyak atsiri merupakan bahan baku untuk produk farmasi dan kosmetik

alamiah disamping digunakan sebagai kandungan dalam bumbu maupun pewangi (flavour

and fragrance ingredients). Ada sekitar 80 jenis minyak atsiri yang diperdagangkan di

pasar internasional. Saat ini Indonesia baru mengekspor sekitar 12 (duabelas) jenis minyak

atsiri antara lain : Minyak Nilam, Minyak Akar Wangi, Minyak Sereh Wangi, Minyak

kenanga, Minyak Kayu Putih, Minyak Sereh Dapur, Minyak Cengkeh, Minyak Cendana,

Minyak Pala, Minyak Kayu Manis, Minyak Kemukus dan Minyak Lada.

Melihat nilai yang cukup ekonomis dari minyak atsiri nilam tersebut, ini

merupakan peluang bagi Kalimantan Barat khususnya untuk mengembangkan potensi

tersebut. Hal ini juga didukung oleh daerah Kalimantan Barat yang memiliki lahan yang

terbentang luas untuk dikembangkan tanaman atsiri tersebut. Sebagai contoh, ada beberapa

jenis tanaman yang telah dibudidayakan seperti tanaman nilam dan jahe yang berlokasi di

kota Pontianak Jl. 28 Oktober Budi Utomo.

Sudah saatnya Kalimantan Barat menjadi bagian sebagai daerah pengahasil minyak

atsiri untuk mendukung daerah-daerah lain. Oleh karena itu Pemerintah Propinsi, Dinas

Pertanian dan Tanaman Pangan serta Dinas Perindustrian Kalimantan Barat, kiranya dapat

bersinergi untuk melirik daerah-daerah yang potensial sebagai sentra industri dalam

pengembangan minyak atsiri dan penghasil tanaman yang mengandung minyak atsiri

lainnya, serta memilih jenis-jenis tanaman yang sesuai dengan struktur tanahnya sehingga

dapat tumbuh dengan subur. Tanaman yang dapat dikembangkan tersebut antara lain

seperti; nilam, kenanga, sereh, jahe, lada, salam, dll.. Memang tidak semua tanaman

penghasil minyak atsiri tersebut dapat tumbuh mudah di daerah Kalimantan Barat yang

memiliki keasaman tanah yang cukup tinggi antara pH 3,5-4,5. Ini merupakan tantangan

bagi instansi terkait untuk mengkaji dan meneliti lebih lanjut tanaman apa saja yang dapat

dikembangkan.

Untuk mendapatkan minyak atsiri dengan kualitas yang baik sehingga memiliki

nilai jual yang menjadi lebih tinggi, diperlukan teknologi yang tepat dan sumber daya

manusia yang kompeten, dan didukung oleh ketersediaan bahan baku yang cukup memadai

dan berkelanjutan. Manfaat lain dari dikembangkannya minyak atsiri ini akan membuka

lapangan kerja baru bagi petani khususnya dan bagi masyarakat Kalimantan Barat pada

umumnya. Selain itu hal ini akan memberikan peluang bagi Pemerintahan Kota dan

Kabupaten untuk dapat menciptakan iklim usaha yang mendukung pengembangan dan

pemanfaatan sumber daya alam dari berbagai sektor, untuk dapat diolah lebih lanjut

menjadi produk-produk industri yang memiliki nilai tambah yang cukup besar guna

menopang Pendapatan Asli Daerah (PAD).

I LOVE sun flowers

I love you!!!

BUNGA MATAHARI

Bunga matahari (Helianthus annuus L.) merupakan tumbuhan semusim dari suku kenkie-kenkiran (Asteraceae) yang populer, baik sebagai tanaman hias maupun tanaman penghasil minyak. Bunga tumbuhan ini sangat khas : besar, biasanya berwarna kuning terang, dengan kepala bunga yang besar (diameter bisa mencapai 30cm). bunga ini sebetulnya adalah bunga majemuk, tersusun dari ratusan hingga ribuan bunga kecil pada satu bongkol. Bunga matahari juga memiliki prilaku khas, yaitu bunganya selalu menghadap kearah MATAHARI atau Heliotropisme. Orang perancis menyebutnya toumesol atau “pengelana matahari”. Namun demikian, sifat ini disingkirkan pada berbagai kultivar baru untuk produksi minyak karena banyak memakan energi dan mengurangi hasil. Bunga matahari merupakan bunga nasional RRC dan bunga resmi Negara bagian Kansas, Amerika Serikat. Tumbuhan tema semusim yang berasal dari Amerika tropic bagian utara (Meksiko), tinggi 3m sampai 5m tergantung varietasnya. Daun tunggal lebar, batang biasanya ditumbuhi rambut kasar, tegak, jarang bercabang.

Bunga tersusun majemuk. Terdapat dua tipe bunga: bunga tepi atau bunga lidah yang membawa satu kelopak besar berwarna kuning cerah dan steril, dan bunga tabung yang fertile dan menghasilkan biji. Bunga tabung ini jumlahnya bisa mencapai 2000kuntum dalam satu tandan bunga. Penyerbukan terbuka (silang) dan dibantu oleh serangga. Pada hari yang cerah, tandan bunga majemuk mengikuti pergerakan harian MATAHARI (asal nama tumbuhan ini), yang gejalanya disebut Heliotropisme. Tumbuhan mendapat keuntungan 10% lebih fotosintesis karena pergerakan ini.

Bijinya bertipe “achane”. Pada tipe ini, buah dan biji tidak dapat dengan mudah dibedakan. Ada empat kelompok budidaya bagi bunga matahari yang dibedakan berdasarkan kegunaannya. Kultivar yang dirakit biasanya diarahkan pada salah satu kegunaan tertentu saja.

1. Kelompok pengahasil minyak, dimanfaatkan minyak bijinya. Biji kelompok ini memiliki cangkang biji yang tipis. Kandungan minyaknya berkisar 48% hingga 52%. Untuk menghasilkan satu liter minyak diperlukan biji dari kira-kira 60 tandan bunga majemuk.

2. Kelompok pakan ternak, dipanen daunya sebagai pakan atau pupuk hijau.

3. Kelompok tanaman hias, yang memiliki warna kelopak yang bervariasi dan memiliki banyak cabang.

4. Kelompok kuaci, untuk dipanen biji Sebagai bahan pangan.

Sejarah tumbuhan ini telah dibudidayakan oleh orang-orang Indian Amerika Utara sejak ribuan tahun lalu. Selanjutnya tersebar ke Amerika Selatan dan menjadi salah satu sumber pangan bagi warga Inka. Setelah penaklukan oleh orang Eropa. Bunga matahari diperkenalkan ke Eropa dan berbagai penjuru dunia lainya pada abad ke-16, semenjak abad ke-17 bijinya digunakan dalam campuran roti atau diolah sebagai pengganti kopi serta cokelat. Penggunannya sebagai sumber minyak mulai dirintis pada abad ke-19. Pemanfaatan bunga matahari terutama adalah sebagai minyak, baik pangan maupun industri. Sebagai bahan pangan, minyak bunga matahari cocok dipakai untuk menggoreng, mengentalakan, serta campuran salad. Minyak bunga matahari kaya akan asam linoleat (C18:2), suatu asam lemak tak jenuh yang bagi kesehatan manusia. Kepentingan teknik menginginkan minyak dengan kadar asam oleat yang lebih tinggi dan dapat pula kultivar bunga matahari yang menghasilkan minyak dengan kualitas demikian (mengandung 80% hingga 90% asam oleat, sementara kultivar untuk pangan memiliki hanya 25% asam oleat).

Sumber : http://id.wikipedia.org/wiki/Bunga_Matahari

e-mai/fb/fs : axl_thebluesky@yahoo.co.id

israel vs palestina

Why must Palestine not Jewish???

Saya berani katakan demikian karena, saya merasa dengan kata itu banyak. pertanyaan-pertanyaan yang harus saya tahu, kenapa harus palestina yang selalu di dahulukan, diangkat-angkat ke permukaan, serasa mereka yang paling menderita dibandingkan dengan Israel bahkan rakyat kita sendiri di negeri kita ini Indonesia, padahal masih banyak rakyat kita yang menderita. Hampir seluruh stasion televisi di Indonesia menayangkan apa yang terjadi Timur tengah. Begitu banyak pertolongan yang dilakukan beberpa Organisasi- Organisasi dari Indonesia kepada palestina baik dari segi Material maupun Nonmaterial, bagaimana dengan negaranya sendiri (INDONESIA)???


Beberapa hari yang lalu saya mendapatkan selebaran, yang tertulis di selebaran itu adalah kronologis perang antara Israel (Jewish) dan Palestine dari tahun ketahun. Di selebaran itu ditulis dengan kata-kata sebagai berikut :

Sebagian Daftar Kekejian Israel :

  • 1947 :

1. Pembantaian Yehida

2. Pembantaian Khisas

3. Pembantaian Qazaza

  • 1948 :

1. Pembantaian Hotel Semirani

2. Pembantaian Tantura.

3. Pembantaian di Deir Yassin

4. Pembantaian Masjid Dahmash.

5. Pembantaian Dawayma.

6. Pembantaian Houla.

7. Pembantaian Salha

  • 1953 :

Pembantaian di Qibya

  • 1956 :

1. Pembantaian Kafr Qasem

2. Pembantaian di Khan Yunis

3. Pembantaian di Kota Gaza

  • 1981 :

Pembantaian Fakhani.

  • 1982 :

Pembantaian Sabra dan Shatila, Lebanon.

  • 1990 :

Pembantaian di Masjid Al-Aqso.

  • 1994 :

Pembantaian di Masjid Ibrahim

  • 1996 :

Pembantaian Qana

  • 2009 :

Pembantaian????????????????????????????????????????”


Saya sudah membaca daftar itu berulangkali, tapi saya merasa miris, di selebaran itu menjelaskan dalam setiap tahun-tahun yang tercantum di atas menceritakan Pembantaian- Pembantaian dan kekejian­ kekejian yang dilakukan oleh Israel kepada Palestina. Saya mendapatkan sumber atau data itu dari sebuah oraganisasi keagamaan yang ada di Indonesia, karena di dalam selebaran tersebut terdapat nama organisasinya. Mungkin tujuan mereka menyebarkan selebaran itu adalah untuk menunjukan kekejian yang di buat oleh Israel, apakah itu memang sebuah kekejian atau tragedi dari sebuah perang. Asal kita tahu aja dari dulu perang pasti memakan korban!!

Ini data yang hampir sama dengan diatas yang saya dapatkan dari Wikipedia :

Israel diproklamasikan pada tanggal 14 Mei 1948 dan sehari kemudian langsung diserbu oleh tentara dari Libanon, Suriah, Yordania, Mesir, Irak dan negara Arab lainnya. Tetapi Israel bisa memenangkan peperangan ini dan malah merebut kurang lebih 70% dari luas total wilayah daerah mandat PBB Britania Raya, Palestina. Perang ini menyebabkan banyak kaum pengungsi Palestina yang mengungsi dari daerahnya sendiri. Tetapi di sisi lain tidak kurang pula kaum Yahudi yang diusir dari negara-negara Arab.

Di bawah adalah daftar perang di mana Israel terlibat:

  1. Perang Arab-Israel (1948)

  2. Perang Kanal Suez (1956)

  3. Perang Enam Hari (1967)

  4. Perang Yom Kippur (1973)

  5. Perang Lebanon (1982)

  6. Intifadah (1987)

  7. Perang Teluk II (Perang Irak) (1991)

  8. Intifadah Al Aqsa (2000)

  9. Konflik Israel-Lebanon (2006)

Dan juga

Sampai sekarang Indonesia belum mengakui kedaulatan Israel. Tetapi kedaulatan Palestina diakui meskipun daerahnya belum pasti. Mantan presiden RI Abdurrahman Wahid (1999-2001) sempat berencana akan mengakui kedaulatan Israel dan membuka hubungan diplomatik. Berbeda dengan Presiden RI (2004-2009), Susilo Bambang Yudhoyono, yang menyatakan tidak akan membuka hubungan dengan Israel sebelum masalah Palestina dipecahkan dan penjajahan Israel atas Palestina dihapuskan, sebagaimana UUD-1945.”


Saya disini bukan untuk memprovokator beberapa golongan atau agama tertentu atau juga membuat keadaan menjadi lebih parah. Saya disini Cuma penulis, yang menulis apa yang lihat, dengar, tahu, dan rasakan. Apakah data diatas benar adanya dan kekejian yang mereka sebut benar adanya? Ataukah hanya di tambah-tambahkan dan di gombar-gambir agar para pembaca selebaran itu tertarik membacanya dan ikut prihatin yang mendalam bahkan sampai membenci “golongan” tertentu, karena di selebran itu tertulis beberapa cara pembantain yang dilakukan oleh Israel diantaranya sebagai berikut:

  1. Ibu-ibu hamil perutnya dicabik dengan bayonet dan anggota tubuhnya di potong-potong, ada yang diperkosa.

  2. Anak-anak, tubuhnya di sayat-sayat lalu dibunuh di depan ibunya.

  3. Beberapa orang disuruh masuk rumah atau masjid lalu rumah atau masjid itu dibakar.

Dan masih ada beberapa contoh kekejian yang telah dilakukan Israel,versi Organisasi tersbut! Saya tidak tahu versi yang benar-benar terjadi pada waktu itu. Dan kalau itu memang benar terjadi sungguh benar-benar kejilah Israel itu, tapi kalau beberapa data yang mereka sebutkan itu tidak terjadi sungguh sangatlah itu diharapkan tidak terjadi karena akan membuka mata para pembaca dan tidak hanya melihat dari satu sudut pandang saja, tapi janganlah lupa kalau dulu Israel pernah di keroyok perang oleh beberapa Negara Timur Tengah. Kalau dilihat dan diingat-ingat orang-orang Yahudi juga pernah mengalami sedikit-banyak kekejian yang sama seperti diatas pada zaman NAZI(holocaust) ataupun sebelum ada nazi, tapi tragedi holocaust itupun penah diragukan.Itulah perang mana yang benar dan mana yang salah kita tidak tahu!!!

Kalo kita lihat dari berbagai versi,

  1. Didalam perang pasti ada korban kalau bukan para tentara dari kedua belah pihak, bisa jadi rakyat di sekitar areal peperangan atau rakyat sipil yang menjadi korban dan sebelum terjadi perang jauh-jauh hari rakyat sebelumnya sudah diungsikan ketempat yang lebih aman, tapi kalau rakyatnya mau ikut berperang bersama para tentara demi membela daerahnya disini mereka bukan menjadi rakyat sipil lagi mereka sudah menjadi tentara yang siap mati dalam keadaan apapun.

  2. Didalam agama apapun perang itu tidak di perbolehkan, kecuali dalam keadaan yang tidak memungkinkan sepeti membela tanah air. Israel dan Palestina mempunyai tanah air yang harus mereka bela, kedua kubu mengaku kalau tanah itu adalah tanah mereka, menurut alasan dan bukti dari mereka masing-masing mereka berusaha untuk mempertahankan apa yang mereka harus pertahankan.

  3. Di dalam perang bisa saja terjadi kejadian yang klimaks, mereka mengorbankan atau membantai beberpa rakyatnya sendiri dan menuduh pihak lawan yang melakukannya dan rakyat maupun dunia bisa berpihak kepadanya. Apa yang tidak mungkin terjadi di dunia ini.

Saya sudah menegaskan saya disini bukan untuk memprovokatori tapi hanya ingin tahu dan menceritakan apa yang ada dalam pikiran saya, saya tidak membela siapapun dari kedua belah pihak, saya Cuma ingin menunjukan janganlah kita melihat kejadian itu dari satu sudut pandang saja bagaimana kejadian itu bisa terjadi.

Kita disini hanya sebagai penonton saja bukan pelaku, kita tidak tahu apa yang sebenarnya terjadi diasana. Marilah kita buka pikiaran kita, kita fokus pada Negara kita sendiri masih banyak rakyat kita yang menderita baik itu karena korban bencana alam, krisis ekonomi, Terorisme, Kelaparan, kemiskinan, dan lain sebagainnya yang membuat rakyat Indonesia semakin terpuruk dalam penderiataan yang tak kunjung henti-hentinya. Biarlah apa yang terjadi di Timur Tengah terjadi, kita sudah cukup dengan memberikan “suara” saja tidak perlu sampai berbondong-bondong mau jadi relawan dan pasukan beranai mati, alangkah baikanya para pahlawan-pahlawan Indonesia tersebut diam saja di Indonesia dan mau menjadi relawan dan pasukan berani mati untuk memperbaikai keadaan Negara kita ini karena tenaga mereka lebih dibutuhkan di negaranya sendiri yaitu Indonesia, mereka hendaknya tidaklah menutup mata melihat keadaan negaranya sendiri dan kita juga harus membuka hati nurani kita sendiri, mana yang lebih penting Negara kita sendiri atau Negara oranglain yang kita urusi? Kalau untuk para korban perang tersebut harusnya pemerintah dari kedua belah pihak yang bertikai harus sudah terlebih dahulu memikirkan nasib rakyatnya. Perang sudah terjadi korban sudah banyak baik yang telah meninggal ataupun yang luka-luka dan menurut saya inilah hadiah yang sangat berharga yang didapat oleh kedua Negara atas apa yang mereka lakukan, kedua Negara pun tentunya sudah siap dengan kehancuran-kehancuran yang terjadi, janganlah kesana-kemari mencari “dekeng” karena akan memperpanjang atau memperparah masa peperangan.


Saya berharap kepada para pembaca untuk memasukkan sedikit kata-kata atau suara kepada tulisan saya ini yang hanya buah pikiran dari orang yang tidak tahu apa-apa ini, saya menunggu saran dan kritik dari para pembaca agar pengetahuan saya menjadi bertambah karena data ini pun masih jauh dari kurang.


Trim’s

PEMBUAHAN PADA MANUSIA DAN TUMBUHAN

rein-only

Pertumbuhan dan Perkembangan Tumbuhan

Setelah terjadinya penyerbukan, inti generatif serbuksari akan membelah menjadi dua sel sperma (gamet jantan). Satu sperma membuahi sel telur untuk membentuk zigot. Sperma yang lain menyatu dengan kedua inti sel yang terdapat di tengah kantung embrio untuk membentuk endosperma. Penyatuan dua sperma dengan sel-sel yang berbeda dalamkantung embrio disebut
pembuahan ganda. Setelah fertilisasi ganda, bakal biji akan berkembang menjadi biji dan bakal buah akan berkembang menjadi biji dan bakal buah akan berkembang menjadi buah.

1. Struktur Biji

Embrio dikelilingi oleh kotiledon dan endosperma yang merupakan persediaan makanan. Embrio dan persediaan makanannya terbungkus oleh selaput biji. Bila kita membuka biji kacang (dikotil), terlihat bahwa embrio melekat pada kotiledon. Di bawah titik pelekatan embrio dan kotiledon, terdapat sumbu embrionik yang disebut hipokotil. Di bawah hipokotil,terdapat radikula yang merupakan bakal akar. Bagian sumbu embrionik diatas kotiledon adalah epikotil. Pada ujungnya terdapat plumula yang merupakan bakal daun. Pada biji kacang-kacangan, kotiledon berdaging sebelum biji berkecambah. Namun, kotiledon biji jarak sangat tipis dan mempertahankan persediaan makanannya di endosperma. Kotiledon iniakan menyerap zat-zat makanan dari endosperma dan memindahkannya ke embrio ketika biji jarak mulai berkecambah. Anggota famili rumputrumputan memiliki kotiledon khusus yang disebut skutelum. Skutelum akan menyerap zat-zat makanan dari endosperma selama perkecambahan. Embrio biji rumput-rumputan terbungkus oleh lapisan koleorhiza dan koleoptil. Koleorhiza melindungi akar dan koleoptil melindungi tunas embrionik.

2. Perkecambahan Biji

Perkecambahan biji bergantung pada imbibisi. Imbibisi merupakan penyerapan air oleh biji. Air yang berimbibisi menyebabkan biji mengembang, memecahkan kulit biji, dan memicu perubahan metabolic pada embrio yang menyebabkan biji tersebut melanjutkan
pertumbuhannya. Zat-zat makanan dipindahkan dari endosperma atau kotiledon ke bagian embrio yang sedang tumbuh. Organ pertama yang muncul dari biji yang berkecambah
dinamakan radikula (bakal akar). Pada tanaman buncis, hipokotil akan tumbuh dan mendorong epikotil dan kotiledon ke atas permukaan tanah. Selanjutnya plumula yang terletak di ujung epikotil, akan berkembang menjadi daun pertama. Daun ini terus tumbuh dan berkembang menjadi hijau dan mulai berfotosintesis. Kotiledon akan layu dan rontok dari biji karena cadangan makanannya telah dihabiskan oleh embrio yang berkecambah. Perkecambahan biji yang disebabkan oleh pertumbuhan hipokotil yang mendorong kotiledon dan epikotil ke atas permukaan tanah ini disebut tipe perkecambahan epigeal. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Pertumbuhan dan Perkembangan Tumbuhan.

a. Faktor internal

1.) Gen
Ukuran, bentuk, dan kecepatan tumbuh dikendalikan oleh gen-gen yang terdapat di dalam kromosom. Gen-gen tersebut diariskan dari induk tumbuhan kepada keturunannya. Gen-gen tersebut akan mengatur pola dan kecepatan pertumbuhan dan perkembangantumbuhan.

2.) Hormon
Hormon merupakan senyawa organic yang mengatur pertumbuhan tumbuhan. Hormon juga dikenal sebagai zat tumbuh. Ada lima hormone tumbuhan, yaitu auksin, giberalin, sitokinin, asam absisat, dan etilen.
a. Auksin

Auksin, terdapat di embrio biji, meristem apical, dan daun-daun muda. Berfungsi untuk merangsang pemanjangan batang; pertumbuhan, diferensiasi, dan percabangan akar; dominansi apical; dan merangsang pembentukan bunga dan buah. Auksin yang terdapat pada ujung batang (meristem apikal) dapat menghambat pertumbuhan tunas cabang. Keadaan ini disebut dominansi apikal. Karena itu, tumbuhan dapat tumbuh lurus dan tinggi.
b. Giberelin

Giberelin, terdapat pada meristem apikal akar, meristem apical batang, dan daun. Giberelin berperan dalam mempercepat perkecambahan biji dan tunas; pemanjangan batang; pertumbuhan raksasa; terbentuknya buah yang besar dan tidak berbiji; dan merangsang perbungaan.
c. Sitokinin

Sitokinin, dihasilkan pada bagian akar dan diangkut ke organ lainnya.

Sitokinin berperan dalam:

· pertumbuhan akar.

· merangsang pembelahan dan pertumbuhan sel.

· menghambat penuaan; menghambat dominasi apikal

· mengatur pembentukan bunga dan buah.

d. Asam absisat

Asam abisat, terdapat pada daun, batang, akar, dan buah. Asam absisat berperan dalam menghambat pertumbuhan ketika keadaan lingkungan tidak memungkinkan (cekaman lingkungan).
e. Etilen

Etilen, terdapat pada buah yang matang, batang, daun, dan bunga yang sudah tua. Etilen berperan dalam pematangan buah dan pengguguran daun dan bunga.

b. Faktor eksternal

1.) Air dan mineral
Tumbuhan memerlukan air dan mineral untuk pertumbuhan dan perkembangannya. Air dan mineral diserap dari dalam tanah oleh akar. Air berfungsi sebagai pelarut dan untuk fotosintesis. Mineral seperti karbon, nitrogen, fosfat, kalsium, dan magnesium berguna sebagai bahan pembangun tubuh tumbuhan.
2.) Kelembapan
Kelembapan menunjukkan kandungan air di tanah dan udara. Bila kelembapan rendah, transpirasi akan meningkat sehingga penyerapan air dan mineral semakin banyak. Keadaanini dapat memacu laju pertumbuhan dan perkembangan tumbuhan.
3.) Cahaya
Cahaya matahari sangat diperlukan dalam proses fotosintesis. Proses ini menghasilkan makanan yang dapat digunakan untuk mendapatkan energi dan membangun tubuh.
4. Metagenesis
Siklus hidup tumbuhan memperlihatkan suatu pergiliran keturunan (metagenesis). Pergiliran keturunan meliputi fase gametofit dan sporofit. Fase gametofit atau fase generatif merupakan tahap menghasilkan gamet
haploid. Fase sporofit atau fase vegetatif merupakan tahap menghasilkan spora. Gametofit menghasilkan gamet haploid yang menyatu membentuk zigot. Zigot berkembang menjadi sporofit diploid. Pembelahan sporofit, menghasilkan spora yang menghasilkan generasi gametofit berikutnya. Tumbuhan lumut dan paku mengalami pergiliran keturunan. Pada
tumbuhan lumut, gametofit merupakan tahapan dominant dan dapat diamati. Sedangkan pada tumbuhan paku, sporofit merupakan tahapan dominant dan dapat diamati.

Proses Penyerbukan dan Pembuahan

Penyerbukan merupakan:

pengangkutan serbuk sari (pollen) dari kepala sari (anthera) ke putik (pistillum)

peristiwa jatuhnya serbuk sari (pollen) di atas kepala putik (stigma)

Macam penyerbukan di alam

1. Penyerbukan tertutup (kleistogami)

Terjadi jika putik diserbuki oleh serbuk sari dari bunga yang sama. Dapat ddisebabkan oleh :

· Putik dan serbuk sari masak sebelum terjadinya anthesis (bunga mekar)

· Konstruksi bunga menghalangi terjadinya penyerbukan silang (dari luar), misalnya pada bunga dengan kelopak besar dan menutup. Contoh : familia Papilionaceae

2. Penyerbukan terbuka (kasmogami)

Terjadi jika putik diserbuki oleh serbuk sari dari bunga yang berbeda. Hal ini dapat terjadi jika putik dan serbuk sari masak setelah terjadinya anthesis (bunga mekar)

Beberapa tipe penyerbukan terbuka yang mungkin terjadi :

a. Autogamie: putik diserbuki oleh serbuk sari dari bunga yang sama

b. Geitonogamie: putik diserbuki oleh serbuk sari dari bunga yg berbeda, dalam pohon yg sama

c. Allogamie (Silang): putik diserbuki oleh serbuk sari dari tanaman lain yg sejenis

d. Xenogamie (asing): putik diserbuki oleh serbuk sari dari tanaman lain yg tidak sejenis

Beberapa tipe bunga yang memungkinkan terjadinya penyerbukan terbuka :

a. Dikogami

Putik dan benang sari masak dalam waktu yang tidak bersamaan.

· Protandri : benang sari lebih dahulu masak daripada putik

· Protogini : putik lebih dahulu masak daripada benang sari

b. Herkogami

Bunga yang berbentuk sedemikian rupa hingga penyerbukan sendiri tidak dapat terjadi. Misal Panili yang memiliki kepala putik yang tertutup selaput (rostellum).

c. Heterostili

Bunga memiliki tangkai putik (stylus) dan tangkai sari (filamentum) yg tidak sama panjangnya

· tangkai putik pendek (microstylus) dan tangkai sari panjang

· tangkai putik panjang (macrostylus) dan tangkai sari pendek

d. Tipe bunga yang penyerbukannya membutuhkan bantuan agen pembantu penyerbukan (pollinator); meliputi:

§ Anemofili (bunga yang penyerbukannya dibantu oleh angin)

§ Entomofili (bunga yang penyerbukannya dibantu oleh serangga)

§ Ornitofili (bunga yang penyerbukannya dibantu oleh burung)

§ Kiropterofili (bunga yang penyerbukannya dibantu oleh kelelawar)

SISTEM REPRODUKSI

Reproduksi generatif pada tumbuhan biji terjadi melalui pertemuan serbuk sari dan ovum. Pada tumbuhan brbiji sampainya serbuk sari ke kepala putik dapat melalui beberapa perantara, yaitu angin (anemogami), air(hidrogami), hewan(zoidogami), dan manusia(antropogami). Berdasarkan asal serbuksari, penyerbukan dibedakan menjadi penyerbukan sendiri(autogami), penyerbukan tetangga(geitonogami), penyerbukan silang(alogami), dan penyerbukan bastar.
Pada gymnosparmae jarak antara penyerbukan dan pembuahan memerlukan waktu yang lama dan pembuahanya disebut pembuahan tunggalkarena hanya sekali pembuahan yaitu sel telur dengan spematozoid. Jarak antara penyerbukan dan pembuahan pada angiosparmae relatif pendek dan pembuahanya disebut pembuahan ganda, karena terjadi dua kali pembuahan, yaitu sel telur dan spermatozoid menghasilkan zigot dan inti kantung lembaga sekunder dengan spermatozoit menghasilkan sperma.

PEMBUAHAN GANDA

Butir serbuk/serbuk sari Þ menempel pada kepala putik Þ membentuk buluh serbuk (2 inti, inti vegetatif dan inti generatif) berjalan ke arah mikropil (pintu kandung lembaga) Þ inti generatif membelah Þ 2 inti sperma Þ sampai di mikropil, inti vegetatif mati Þ satu inti sperma membuahi sel telur Þ embrio. Satu inti sperma lain membuahi inti kandung lembaga Þ endosperma (makanan cadangan bagi embrio).

Karena pembuahannya berlangsung dua kali maka pembuahan pada Angiospermae disebut pembuahan ganda.

Embrio pada tumbuhan berbiji tertentu dapat terbentuk karena beberapa sebab. yaitu :

1. Melalui peleburan sperma dan ovum (amfimiksis)

2. Tidak melalui peleburan sperma dan ovum (apomiksis), yang dapat dibedakan atas:

· Apogami : embrio yang terbentuk berasal dari kandung lembaga. Misalnya :

dari sinergid dan antipoda

· Partenogenesis : embrio terbentuk dari sel telur yang tidak dibuahi.

· Embrio adventif : merupakan embrio yang terbentuk dari sel nuselus, yaitu bagian

selain kandung lembaga.

PEMBUAHAN TUNGGAL

Strobilus jantan Þ serbuk sari Þ jatuh pada tetes penyerbukan (ujung putik) Þ buluh serbuk Þ membelah Þ inti tabung dan inti spermatogen Þ inti spermatogen Þ membelah Þ dua inti sperma Þ membuahi sel telur di dalam ruang arkegonium Þ zigot Þ lembaga di dalam biji Þ tumbuhan baru.

Pembuahan pada gymnospermae disebut pembuahan tunggal, karena tiap-tiap inti sperma membuahi satu sel telur.

Organ reproduksi pada gymnospermae disebut konus atau strobilus.
Di dalam strobilus jantan terdapat banyak anteridium yang mengandung sel-sel induk butir serbuk. Sel-sel tersebut bermeiosis dari setiap sel induk terbentuk 4 butir serbuk yang bersayap.
Pada strobilus betina terdapat banyak arkegonium. Pada tiap-tiap arkegonium terdapat satu sel induk lembaga yang bermeiosis sehingga terbentuk 4 sel yang haploid. Tiga mati, dan satu sel hidup sebagai sel telur. Arkegonium ini bermuara pada satu ruang arkegonium.

STROBILUS

Strobilus yang telah pecah. Strobilus yang belum pecah

Pertumbuhan dan Perkembangan Hewan

Pertumbuhan dan perkembangan hewan dimulai sejak terbentuknya zigot. Satu sel zigot akan tumbuh dan berkembang hingga terbentuk embrio. Embrio akan berdiferensi sehingga terbentuk berbagai macam jaringan dan organ. Organ-organ akan menyatu dan bergabung menjadi janin. Janin akan dilahirkan sebagai bayi. Kemudian, bayi tumbuh dan berkembang menjadi

anak-anak, remaja, dan dewasa. Pada siklus hidup hewan tertentu, terjadi perubahan bentuk tubuh dari embrio sampai dewasa. Perubahan bentuk ini disebut metamorfosis. Metamorfosis dapat dibagi menjadi dua macam, yaitu metamorfosis sempurna dan tidak sempurna. Metamorfosis sempurna dicirikan dengan adanya bentuk tubuh yang berbeda di setiap fase metamorfosis. Contoh hewan yang mengalami metamorfosis sempurna adalah kupu-kupu dan katak. Tahapan metamorfosis kupu-kupu mulai dari telur larva (ulat) pupa (kepompong) imago

(dewasa). Jika diperhatikan ternyata dalam setiap fase metamorfosis kupu-kupu, terlihat

adanya perbedaan bentuk tubuh. Begitu juga dengan katak. Katak mengalami metamorfosis sempurna mulai dari telur berudu (kecebong) katak dewasa. Metamorfosis tidak sempurna ditandai dengan adanya bentuk tubuh yang sama, tetapi ukurannya berbeda pada salah satu fase metamorfosis. Contohnya adalah belalang dan kecoa. Belalang mengalami metamorfosis yang dimulai dari telur nimfa imago (dewasa). Nimfa memiliki bentuk tubuh yang sama dengan serangga dewasa, tetapi memiliki ukuran tubuh yang lebih kecil. Faktor-faktor yang mempengaruhipertumbuhan dan perkembangan hewan dapat dibagi menjadi dua, yaitu: faktor internal dan eksternal. Faktor internal meliputi gen dan hormone. Faktor eksternal meliputi air, makanan, dan cahaya.

1. Gen

Gen merupakan faktor keturunan yang diwariskan dari orang tua (induk) kepada keturunannya. Gen akan mengendaalikan pola pertumbuhan dan perkembangan hewan.

2. Hormon

Hormon merupakan senyawa organik yang mengatur pertumbuhan dan perkembangan hewan adalah hormon somatotrof (hormon pertumbuhan). Bila hewan kekurangan hormone pertumbuhan, maka pertumbuhan akan terhambat sehingga badannya kerdil. Bila kelebihan hormon pertumbuhan, maka akan mengalami pertumbuhan raksasa.

3. Makanan

Makanan sangat diperlukan oleh hewan. Makanan digunakan sebagai zat pembangun tubuh dan sumber energi.

4. Air

Air merupakan pelarut dan media untuk terjadinya reaksi metabolisme tubuh. Reaksi metabolisme ini akan menghasilkan energi, membantu pembentukan sel-sel yang baru, dan memperbaiki sel-sel yang rusak.

5. Cahaya Matahari

Cahaya matahari sangat diperlukan dalam pembentukan vitamin D. Vitamin itu diperlukan dalam pembentukan tulang.

REPRODUKSI MANUSIA

— Diawali dengan persetubuhan (koitus)‏

— Atau perkawinan (kopulasi)‏

— Yaitu peristiwa masuknya penis ke vagina

— Yang akan diikuti fertilisasi internal

— Sperma dibentuk dari proses spermatogenesis di testis

— Ovum dibentuk dari proses Oogenesis di ovarium

Reproduksi pada Hewan dan Manusia

1) Gametogenesis

Gametogenesis (gamet = sel kelamin, genesis = kelahiran, pembentukan) adalah proses terbentuknya sel gamet (sel kelamin), baik gamet jantan maupun gamet betina. Gemetogenesis merupakan satu cara untuk mempersiapkan sel kelamin yang berguna untuk perkembang biakan makhluk hidup secara generatif. Peristiwa gametogenesis juga merupakan proses pembelahan meiosis terjadi pada organ reproduksi hewan atau tumbuhan. Hasil gametogensis adalah sel-sel kelamin jantan dan betina yang siap mengadakan pembuahan dan kelak menjadi hidup yang baru.

Pada jantan berlangsung spermatogenesis, sedang pada betina berlangsung oogenesis.

a. Spermatogenesis

Sel germinitivum di tubulus seminiferus membelah secara mitosis menjadi spermatogonia A (2n). Selanjutnya spermatogonia A membelah secara mitosis 4 kali, ada yang dorman dan ada yang tumbuh menjadi spermatogonium B.
Spermatogonium B tumbuh menjadi spermatosit primer (2n). Selanjutnya membelah secara meiosis menjadi 2 spermatosit sekunder (n) pada tahap Meiosis I.
Spermatosit sekunder (n) membelah menjadi spermatid (n). Selanjutnya spermatid mengalami metamorfosis menjadi spermatozoa. Proses ini disebut spermiogenesis yang membentuk 4 spermatozoa normal dari 1 spermatosit primer.

b. Oogenesis di Ovarium

Sel germinativum di ovarium membelah secara mitosis menjadi sel-sel folikel primordial. Pada masa janin ada sekitar 7 juta folikel promodial di 2 ovarium. Saat seorang wanita lahir hanya tinggal 2 juta folikel primodial dan hanya 500 folikel yang berhasil mencapai perkembangan masak.
Saat seseorang wanita mencapai dewasa folikel primodial tumbuh menjadi folikel primer, sekunder, dan folikel tersier yang masak (folikel de graaf). Setiap 1 folikel mengandung 1 oogonium.
Oogonium tumbuh menjadi oosit primer (2n). Selanjutnya membelah secara meiosis menjadi 1 oosit sekunder (n) dan 1 polosit (n) pada setiap Meiosis I.
Oosit sekunder (n) membelah menjadi 1 ootid (n) dan 1 polosit, begitu juga polosit 1 membelah menjadi 2 polosit. Hasil akhir terbentuk 1 ovum normal yang tumbuh dari ootid dan 3 sel polosit yang mati.

http://www.zkiel.wordpress.com
september_to_remember@yahoo.com


Ikuti

Kirimkan setiap pos baru ke Kotak Masuk Anda.